![]() |
| Logo Baru Singtel |
Tren
- Agustus 1945: Ketika Waktu Menjadi Senjata
- Reformasi Jilid II dan Runtuhnya Dominasi Media
- Menuju Negara Maju: Demokrasi atau “Otoritarian”
- Jember: Berhasil Bandara, Gagal Demand Generator
- KPI Dubes: Restoran Indonesia
- Umat Islam, dari High Politics ke Low Politics
- Kejagung-Kapolri: Mengganti Pimpinan atau Memperbaiki Institusi?
- Program MBG Presiden Prabowo Ternyata Meneladani Program MBG Presiden Soeharto
- Reputasi Gerakan Mahasiswa
- Shadow Cabinet Presidensil dan Problem Legitimasi Publik
JAKARTA – Menteri BUMN Rini Somarno yang menyerahkan proyek e-budgeting sistem kepada Singapura via kerjasama Telkom dan Singtel, mengkhawatirkan banyak pihak, terutama dalam hal rahasia negara.
Seperti yang diungkapkan Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Hanura, Arief Suditomo. Dia mengatakan, kerjasama perusahaan telekomunikasi milik Singapura yakni SingTel dengan PT Telkom harusnya lebih memperhatikan kepentingan publik. Menurut arif, kerjasama dalam proyek penggarapan E-Government ini sangat mengkhawatirkan.
“Ya kekhawatiran itu valid ya. Jadi Indonesia harus memastikan kekhawatiran publik tersebut dengan antisipasi dalam kerjasama tersebut,” kata Arief di Jakarta, Rabu (17/6/2015).
Tetapi sambung dia, Indonesia juga dalam situasi global saat ini tidak mungkin menarik diri dari pergaulan internasional.
“Kita juga tidak mungkin menarik diri dari internasional relation hanya karena kita tidak melaksanakan Pekerjaan Rumah didalam negeri dan sekali lagi saya tekankan langkah antsipasi lebih penting,” ujarnya.
Ia mengingatkan agar pemerintah tetap waspada. Sebab, tidak tertutup kemungkinan kebocoran rahasia negara bisa saja terjadi sebagai imbas dari kerjasama tersebut.
“Potensi, kemungkinan bocornya rahasia negara bisa terjadi dan untuk itu Komisi I akan menanyakannya nanti sama Menkominfo,” Tutupnya.
——————————————————-
Rabu, 17 Juni 2015
Jurnalis : Adista Pattisahusiwa
Editor : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Selanjutnya
Lihat juga...