
OPINI – Presiden Jokowi dijadwalkan akan berkunjung ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) sabtu dan minggu (20-21/6. Tentunya kunjungan seorang Presiden bukan hanya sekedar kunjungan biasa, namun sebuah kunjungan seorang petinggi negara tentunya iharapkan memberikan dampak bagi masyarakat daerah yang dikunjunginya.
Dan bagi masyarakat Babel kunjungan Jokowi tentunya diharapkan memberikan dampak positif dan memberi energi yang dapat memantulkan harapan hidup dan ekonomi daerah ini yang kini lesu darah menyusul situasi perekonomian daerah yang tak menentu ditengah anjloknya harga timah yang memang menjadi sumber daya hidup masyarakat babel.
Sebagai daerah penghasil bahan tambang timah, Babel bukan hanya dikenal sejak era dulu sebagai pemasok timah dunia dan sebagai penyuplai bagi pendapatan negara, namun sebagian besar masyarakat Babel hidup dan bergantung dari sumber alam itu. Tak pelak akibat penambangan yang tak tersistem secara masif dan baik, penambangan i babel justru membuat kolong-kolong yang jumlahnya tak terkendali.
Dan yang amat memprihatinkan kini penambangan justru telah merambah ke laut yang bagi masyarakat Babel merupakan areal nelayan untuk mencari hidup dan berkehidupan. Akibat penambangan di laut yang dilakukan perusahaan pertambanagn baik PT. Timah sebagai perusahaan flat merah maupun oleh perusahaan swasta, daerah ini sempat bergejolak akibat protes dari para nelayan yang mulai termarginalkan akibat penambangan timah di laut Babel.
Sebagai masyarakat babel kita sangat berharap kedatangan Jokowi ke Babel tentunya membawa angin segar dan perubahan dalam soal tata kelola penambangan beserta infrastrukturnya yang bernama aturan beserta penindakan dan saksi yang akan diberikan kepada para pelanggar aturan itu untuk kesejahteraan masyarakat.
Dan alangkah meruginya dan defisitnya negeri ini kalau kedatangan Jokowi hanya sekedar melihat dan membagikan Kartu Saktinya tanpa mampu membawa perubahan bagi sisi perekonomian masyarakat babel khususnya dalam penata kelolaan soal pertambangan.
Dan alangkah hebatnya Jokowi ketika berani memblusukan diri ke areal bekas penambangan yang melahirkan ribuan kolong yang kini menjadi ornamen Babel. Dan alangkah bahagia masyarakat Babel ketika Jokowi blusukan ke daerah pantai sambil melihat aktivitas penambangan timah di laut yang kini menjadi visi misi Jokowi.
Yang menjadi pertanyaan kita adalah beranikah Jokowi blusukan ke areal pertambangan timah di Babel dalam kunjungannya selama dua hari mendatang ini? Ayo kita tunggu saja nyali seorang Jokowi. Salam Junjung Besaoh..
——————————————————-
SABTU, 20 Juni 2015
Penulis : Rusmin Toboali
Editor : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-