Seminggu di Jayapura, KRI dr Soeharso Obati Ribuan Warga Papua

Masyarakat yang hendak berobat di KRI dr Soeharso
CENDANANEWS (Jayapura) – Pengobatan gratis di dalam Kapal Republik Indonesia (KRI) dr Soeharso yang telah berlangsung sejak tanggal 1 Mei, hingga kini telah melayani kesehatan sebanyak 1.405 masyarakat Papua.
“Sejak 1 Mei sampai saat ini, kami sudah melayani 1405 warga yang datang berobat. 831 warga berobat umum, 175 pelayanan gigi, 265 khitan, 56 bedah, 62 operasi katarak, 5 ibu dioperasi ceaser dan 7 pelayanan keluarga berencana. Dari 5 ibu yang operasi ceaser, tiga diantaranya sudah melahirkan, dua orang lagi menunggu untuk operasi,” kata Kepala Dinas Kesehatan TNI AL, Laksamana Pertama (Laksma) TNI dr Syarief Hidayat, di Kota Jayapura, Jumat (08/05/2015).
Bakti sosial yang digelar KRI dr Soeharso, lanjutnya, target operasi bakti kesehatan ini hanya melayani  740 pasien. Namun, ia mengaku sampai saat ini, antusias masyarakat sangat banyak hingga seribuan lebih pasien. “Target kami melampaui, dan bisa menjadi sampai 1500 orang,” ujarnya.
Sementara itu, Yani (45) kepada media ini mengatakan, dirinya telah mendaftar untuk mendapat pelayan kesehatan gratis ini sebelum puncak kegiatan berlangsung. Dirinya datang ke kapal ini diantar anaknya sejak pagi hari, dan diobati setelah menunggu 2 jam lamanya.
“Saya mendapatkan pelayanan gratis, keluhan saya semua terjawab di atas kapal ini. Tapi antrinya lama juga, mungkin karena banyak yang berobat,” kata Yani.
KRI dr Soeharso-990
KRI Soerharso Tambah 100 Hari Berlayar
CENDANANEWS (Jayapura) – Kapal Republik Indonesia (KRI) dr Soeharso 990 yang selama ini melakukan pelayanan kesehatan selama 100 hari setiap tahunnya, kini ditambah menjadi 200 hari pertahun.
“Kita tambah 100 hari layar lagi ya, nanti Menko Kesra yang akan cari untuk kegiatan 100 hari tersebut, 100 hari sudah menjadi program TNI AL,” kata Menko Bidang Kemaritiman, Indroyono Soesilo dalam kunjungannya ke KRI dr Soeharso di Kota Jayapura, Papua. Jumat (08/05/2015).
Menurutnya, operasional kapal dan obat-obatan serta tenaga dokter untuk tambahan 100 hari layar semuanya ditanggung oleh Menko Bidang Kemaritiman. Tambahan 100 hari ini, lanjutnya, guna mendukung program MDGs  (Millenium development goals) di Indonesia yang salah satunya adalah penurunan angka kematian ibu melahirkan.
“Kita akan segera lakukan, dan setelah dari sini, kami akan melakukan pertemuan dengan menteri terkait untuk memprogramkan 100 hari layar KRI dr Soeharso untuk bakti sosial kesehatan,” ujarnya.
Menko Bidang Kemaritiman, Indroyono Soesilo
KRI dr Soeharso 990, dijelaskannya, kapal tersebut adalah satu-satunya kapal rumah sakit di wilayah ASEAN dan hanya ada di Indonesia, sehingga harus dimaksimalkan fungsinya.
“Fungsinya harus dimaksimalkan, karena kapal ini bergerak atau tidak bergerak biaya operasionalnya tetap ada, seperti ini kan, tidak bergerak tetapi AC harus tetap dihidupkan, jadi harus dimaksimalkan,” katanya.
Ditempat yang sama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise mengaku akan memprogramkan kegiatan di KRI dr Soeharso 990 untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada Ibu dan anak. Karena, menurutnya, sampai saat
ini angka kematian ibu melahirkan di Indonesia cukup tinggi 359 banding 1000. Sementara ada negara lain yang sudah mencapai 20/1000.
“Adanya pelayanan kesehatan sampai ke pesisir-pesisir pantai, bisa menekan angka kematian ibu melahirkan. Kita Indonesia masih sangat tinggi,” kata Yembise yang bersama-sama Menko Bidang Kemaritiman di kunjungan tersebut.
————————————————-
Jumat, 8 Mei 2015
Jurnalis : Indrayadi T Hatta
Foto     : Indrayadi T Hatta
Editor   : ME. Bijo Dirajo
————————————————-
Lihat juga...