Masyarakat Dukung Pembangunan Jembatan Holtecamp, Papua

Aktifitas pekerja pembangunan  jembatan Holtecamp
CENDANANEWS (Jayapura) – Masyarakat Papua, para pelintas kabupaten-kota akan lebih mudah untuk mencapai tujuan mereka, jikalau jembatan Holtekam yang rencananya akan dibangun dengan anggaran sebesar Rp 1,5 Triliun.
Salah satu pelintas batas Kota Jayapura dan Kabupaten Keerom, Juliant kepada media ini mengatakan dirinya sangat senang, jikalau benar akan dibangun jembatan pelintas Kota Jayapura dan Kabupaten Keerom.
“Siapa sih yang tidak senang, kami sebagai masyarakat biasa, sudah pasti akan sangat senang, karena biasa saya dari Abepura, Kota Jayapura ke Arso V, Kabupaten Keerom gunakan motor sampai tujuan bisa dua jam, itu kalau tidak ada halangan,” kata Juliant, Kamis (07/05/2015).
Menurutnya, pembangunan ini sudah pasti disetujui masyarakat lainnya, terlebih bagi pengendara lintas kabupaten. “Cuma saja, jangan sampai pembangunan ini dimanfaatkan oknum-oknum yang hanya ingin mencapai pekerjaannya selesai, tapi kualitas jembatannya tidak dapat bertahan lama. Kalau seperti itu, mending dipending saja sudah,” ujarnya.
Jembatan Holtecamp yang terletak di Kota Jayapura, jembatan sepanjang 1,6 kilometer yang menghubungkan Kota Jayapura dan Kabupaten Keerom akan dibangun dalam waktu dekat dengan menggunakan anggaran dari pemerintah pusat, provinsi Papua, dan Kota Jayapura.
“Kalau dari kota Jayapura, kebagian Rp 230 miliar. Kota Jayapura tidak punya uang, saya harapkan mungkin langsung ditangani oleh pusat dan provinsi,” kata Walikota Jayapura, Benhur Tommy Mano, kepada sejumlah awak media di salah satu hotel berbintang di Kota Jayapura.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Mikael Kambuaya mengatakan Anggaran Pendapatan Daerah (APBD) pada kontrak I multiyears 2014-2015 telah digelontorkan Rp 246 miliar dalam pengerjaan 800 meter jembatan tersebut. Menurutnya, jembatan Holtecamp ini dibangun dengan total dana Rp 1,5 triliun, dana sharing dari APBN, APBD Provinsi Papua dan APBD Kota Jayapura dan direncanakan dapat beroperasi pada tahun 2017.
“Jembatan ini dibangun diatas Teluk Youtefa, sekitar 3 meter diatas permukaan air. Pemandangan di sekitar jembatan itu adalah dua kampung tertua di Kota Jayapura yakni Enggros dan Tobati,” kata Kambuaya, Rabu (06/05/2015).
Untuk mempercepat pembangunan jembatan ini, pihaknya telah mempercepat pelelangan untuk tahun ini, sebab nilai kontraknya diatas Rp 100 miliar. Kambuaya menambahkan, Jembatan ini nantinya menghubungkan Tanjung Hamadi, Koya-Kota Jayapura dan menghubungkan Kabupaten Keerom.
“Adanya jembatan ini juga untuk mengurangi kendaraan yang sering mengalami kemacetan di Kota Jayapura, juga mempersingkat waktu tempuh kearah Kabupaten Keerom lebih dari 1 jam perjalanan,” ujarnya.
Pemerintah mempercepat pembangunan jembatan tersebut, lanjut Kambuaya, sebagai salah satu fasilitas persiapan PON 2020.  “Saat ini kendala dari masyarakat terus dibicarakan oleh Pemerintah Kota Jayapura. Sebelumnya pemerintah juga telah membeli kepemilikan hak ulayat laut dengan harga Rp 100 ribu per meternya,” katanya.
————————————————-
Kamis, 7 Mei 2015
Jurnalis : Indrayadi T Hatta
Foto : Indrayadi T Hatta
Editor : ME. Bijo Dirajo
————————————————-
Lihat juga...