Kendari Kreatif Mewakili Kota Kendari dalam Creative Cities Conference, Bukan Pemerintah.


CENDANANEWS (Kendari) – Kendari, Ibukota Propinsi Sulawesi Tenggara adalah kota yang sedang membangun, banyak ruko-ruko masih dalam proses pembangunan bisa dilihat di hampir seluruh bagian kota Kendari, ditambah lagi adanya proses pembangunan “By Pass” yang semakin memudahkan akses dari kota menuju Teluk Kendari yang merupakan lokasi paling digemari baik oleh penduduk setempat maupun pendatang saat ingin menikmati kuliner sambil menikmati pemandangan alam yang indah. 
Kota Kendari adalah salah satu percontohan untuk Kota Hijau di Asia, karena wilayahnya yang masih dipenuhi pepohonan menjadikan Kendari sangatlah indah, ada teluk ada juga bebukitan menghijau. Tetapi, bukit hijau dan keindahan teluk tidaklah cukup untuk menjadikan Kendari sebagai kota yang layak disebut memenuhi unsur estetika. Masih banyak di beberapa lokasi yang tak tertata dan bahkan semrawut. 
Pada hari Sabtu (18/4/2015) bertempat di Cafe 77 Hotel D’Blitz, Cendana News berkesempatan menemui Rendra, salah satu penggagas ide kreatif bagi kalangan anak muda Kendari yang juga ketua sebuah komunitas yang diberi nama Kendari Kreatif.
Kepada Cendana News, Rendra menyampaikan terimakasih karena telah membantu mempublikasikan proses “penghapusan” sejarah Kota Lama Kendari, bagi Rendra, apa yang terjadi pada Kota Lama Kendari adalah sebuah kecelakaan sejarah yang sangat melukai seluruh penduduk asli di Kendari, khususnya penduduk yang lahir dan bertumbuh di Kota Lama.
“Kemanapun saya pergi, saya akan selalu suarakan tentang Kota Lama Kendari, karena kita sebagai anak muda memiliki tanggung jawab untuk memperjuangkan sejarah leluhur kita, dan tanpa Kota Lama, Kendari kehilangan sejarahnya berdiri” Jelas Rendra
Ketika dikonfirmasi tentang adanya pernyataan penduduk Kota Lama bahwa mereka sudah menerima ganti rugi dan sudah tidak ada harapan lagi untuk memperjuangkan eksistensi Kota Lama Kendari, Rendra menyampaikan bahwa “Isu penggusuran ini sudah ada sejak 2010, saya mulai menyuarakan tentang isu ini di forum Nasional sejak tahun itu, reaksi dan kepedulian dari luar justru lebih besar daripada dari warga Kendari sendiri, saya merasa, kita (orang asli Kendari) melakukan pembiaran dan bahkan menghancurkan jejak leluhur kita sendiri dengan tangan sendiri” 
Rendra, Pelopor berdirinya komunitas Kendari Kreatif
Pernyataan Rendra disambut oleh salah satu anggota Kendari Kreatif, “Menurut saya, sudah terlambat memperjuangkan Kota Lama, lambat laun, pasti akan digusur dan dibangun jembatan di sana, memang ini kenyataan berat, tapi mari berfikir bagaimana memperjuangkan kota Kendari agar tidak terjadi lagi kasus seperti Kota Lama Kendari, dan kita-kita ini sebagai anak muda yang harus konsisten mencerahkan masyarakat sekitar agar peduli pada pelestarian lingkungan dan tidak buta sejarah” jelas Achil. 
Cendana News menanyakan tentang upaya Rendra dan kawan-kawan dalam proses perjuangan panjang agar Kota Lama Kendari tidak dihapuskan dari peta kota, Rendra menjelaskan bahwa dia sudah melakukan semua prosedur untuk mendapatkan pengakuan bahwa bangunan di Kota Lama adalah bagian dari bangunan bersejarah, bukan hanya bangunan tua.
“Saya sanggup beradu argumentasi dengan pihak mana pun bahwa bangunan di kota lama adalah bangunan bersejarah, bukan hanya sekedar bangunan tua” jelas Rendra sambil memperlihatkan beberapa dokumentasi berupa gambar dan video di masa perjuangan kemerdekaan di Kendari.
Komunitas Kendari Kreatif adalah komunitas yang paling konsisten memperjuangkan kota lama, dan apa yang dilakukan Rendra dan kawan-kawan membuahkan hasil yang diharapkan mampu merubah dan atau memberikan keajaiban bagi nasib kota lama Kendari. 
“Nanti saat ada Konferensi Asia Afrika di Bandung, kami diundang dalam forum Creative Citoes Conference, saya akan membawa kisah Kota Lama di forum tersebut agar dunia mendengar tentang apa yang terjadi di Kendari” Ujar Rendra
Adalah sebuah kebanggaan tersendiri di acara berskala internasional tersebut Kendari Kreatif justru yang ditunjuk untuk mewakili kota Kendari bukan Pemerintah Kota Kendari. 
Harga sebuah konsistensi. 
————————————————
Senin, 20 April 2015
Jurnalis : Sari Puspita Ayu
Fotografi : Soeharto Center
Editor : Sari Puspita Ayu
————————————————
Lihat juga...