Lampung Bangun Tambak Udang Percontohan

Masyarakat sedang melaksanakan Panen Udang [youtube]

CENDANANEWS-Pemerintah Provinsi Lampung ingin meraih kembali kejayaannya di bidang pertambakan udang. Langkah ini akan diawali dengan membangun tambak percontohan (demfarm) di tiga kabupaten, yang selama ini menjadi sentra produksi udang di Lampung.

Kepala Dinas Perikanan Provinsi Lampung Setiato menyebutkan, ketiga kabupaten itu adalah Lampung Selatan, Lampung Timur, dan Pesawaran. Tambak percontohan yang akan dibangun di masing-masing kabupaten itu mencapai sekitar 10 hektar.

Selain membangun tambak percontohan, kata Setiato, pemerintah juga menyiapkan bantuan sarana produksi dan infrastruktur tambak yang diberikan kepada petani tambak. Dengan demikian, diharapkan petani tambak di wilayah itu terpacu mengelola usaha budidaya tambak dan menjadi contoh pengembangan udang vaname.

Tambak udang percontohan semi intensif dan intensif akan terus dibangun di kabupaten lain, ujar Setiato saat mendampingi Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan berkunjung ke pertambakan PT Central Pertiwi Bahari di Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulangbawang, Rabu (4/3/2015).

Ia menyebutkan, sepanjang tahun 2013, produksi udang budidaya di Provinsi Lampung mencapai 75 ribu ton yang terdiri dari udang vaname sebanyak 72 ribu  ton dan sisanya udang windu. Produksi udang tahun 2014, dia perkirakan tidak jauh dari tahun sebelumnya.

Sementara itu Program pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk menjadikan kawasan Kecamatan Ketapang menjadi kawasan minapolitan terus dilakukan. Program pembangunan yang sedang dikerjakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Lampung Selatan yaitu membuat demonstration farm (demfarm) di Desa Berundung Kecamatan Ketapang. Pembangunan denfarm merupakan bantuan dari pemerintah pusat berupa beberapa fasilitas bagi kelompok petambak.

Menurut kepala Dinas Kelautan dan Perikanan  Lamsel Meizar langkah revitalisasi tambak dilakukan karena Ketapang pernah menjadi sentra budidaya udang. Namun karena berbagai faktor beberapa petambak merugi dan mengganti lahannya menjadi lahan persawahan, perkebunan kelapa sawit.

Menurut Meizar  tambak percontohan di Ketapang akan menerapkan Good Aquaculture Practices (GAP) atau Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) dalam budidaya udang.

“Kondisi ini akan mendorong peningkatan produksi dan produktivitas lahan tambak yang ada,” katanya.

Animo masyarakat untuk terjun kembali berbudidaya udang juga akan meningkat sehingga dapat menjadi pendorong pengembangan kawasan budidaya udang baru disekitarnya.

Karenanya Kementerian Kelautan dan perikanan khusus di Provinsi Lampung, sambungnya, revitalisasi tambak dilaksanakan di Kab. Lampung Timur, Kab. Pesawaran, dan Kab. Lampung Selatan dengan pembuatan demonstration farm (demfarm) sebanyak 60 ha.

“Program pemerintah pusat tersebut dilakukan dengan menyediakan sarana dan prasarana. Akhirnya di Desa Berundung kita menyiapkan lahan seluas 10 hektar dan akan dikelola oleh kelompok petambak, ” terang Meizar.

Tambak percontohan yang telah direhabilitasi  di Desa berundung ujar Meizar seluas 10 hektar. Lahan tambak ini dibagi menjadi 20 petak dengan luas sekitar 5.000 m2 tiap tambak.

Sementara Menurut Khumaidi yang berada di lokasi pembuatan demfarm sekaligus ketua Kelompok Berkah Windu mengatakan sebelumnya beberapa petak tambak udang ini mangkrak sementara sebagian lainnya dibudidayakan udang windu secara tradisional. Tebaran udang windu rata-rata sekitar 10 ribu ekor/ha. Setelah empat bulan pemeliharaan, windu dipanen pada ukuran 30 ekor/kg sebanyak 2 kuintal/ha.

Lampung Salah Satu Sentra Produksi Udang Nasional

Kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Susi Pudjiastuti ke Lampung yang diterima oleh Gubernur Lampung, M.Ridho Ficardo pada Rabu (4/3/2015) di tambak udang Dipasena Kabupaten Tulang Bawang merupakan kelanjutan dari kementerian sebelumnya yang memiliki program untuk peningkatan sentra produksi tambak di Lampung.

Pada tahun 2013 Dirjen Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan Slamet Soebjakto  sudah melakukan temu lapang revitalisasi kawasan tambak demfarm di Desa Berundung tersebut.

Menurutnya Lampung merupakan salah satu sentra produksi udang nasional. Pada 2008 produksi udang Lampung menyumbang 40% produksi udang nasional. Sayangnya, serangan penyakit dan permasalahan manajemen menurunkan produksi udang Lampung.

“Sekarang ini saatnya perudangan Lampung dibangkitkan. Ditetapkannya lampung sebagai lokasi tambak percontohan adalah upaya pemerintah membangkitkan kembali kejayaan budidaya udang di Lampung,” ujar Totok kala itu.

Selanjutnya, tambah Totok, tambak mangkrak dan tambak sistem tradisional yang ada di Ketapang akan diubah menjadi tambak yang mengandalkan teknologi sistem semi intensif hingga intensif dengan padat tebar sekitar 80-100 ekor/m2 udang. Udang yang dibudidayakan adalah udang vaname. Udang jenis vaname bisa menghasilkan produksi saat panen sekitar 10-15 ton/ha, dengan target di-size 70-40 ekor/kg. 

Tambak percontohan ini dilakukan dengan membentuk kawasan klaster seluas 10- 20 ha. Tujuannya sistem cluster tersebut agar budidaya lebih terkontrol, mitigasi lebih terjamin, tebar dan panen udang lebih terkontrol.

Dari pantauan Cendananews, tambak tambak yang dijadikan Denfarm di Desa Berundung Kecamatan Ketapapang dilakukan secara intensif dan dikelola oleh Kelompok petambak desa setempat.

———————————————————-
Kamis, 5 Maret 2015
Jurnalis : Henk Widi
Editor : ME. Bijo Dirajo
———————————————————-

Lihat juga...