Kadis ESDM: Penggalian Batu Akik Jangan Rusak Lingkungan

CENDANANEWS -Penggalian batu akik secara tradisional membuat ekosistem rusak dan mengancam kerusakan lingkungan. Kepala Dinas ESDM Sumbar (Sumatera Barat) menghimbau aparat terkait untuk menyosialisasi cara penggalian batu akik yang benar dan tidak merusak lingkungan di seluruh kabupaten dan kota.
“Fenomena batu akik ini menyebabkan semakin banyak masyarakat yang berubah profesi menjadi penggali batu akik. Meskipun saat ini proses penggalian itu belum masuk taraf merusak lingkungan, namun dinas terkait harus tetap memberikan perhatian untuk hal ini,” ujar Kepala Dinas ESDM Sumbar Marzuki Mahdi di Padang, Kemarin.
Sosialisasi cara mencari batu akik dengan tetap menjaga lingkungan adalah Salah satu perhatian yang harus diberikan. Batu akik tersebut bisa terdapat di dalam bebatuan bekas letusan gunung api purba, bisa juga di aliran sungai.
“Batu akik yang di sungai biasanya telah dihanyutkan dari sumber asal dan telah mengalami berbagai proses kimiawi sehingga relatif telah mengandung bahan berbeda dari batuan asal,” lanjutnya.
Batuan seperti itu menurutnya memiliki keunikan tersendiri pula seperti jenis akik lumuk sungai dareh. Namun, orang yang memahami ilmu tentang bebatuan akan berusaha untuk mencari akar dari batu akik tersebut untuk menemukan jenis batu yang lebih murni.
“Proses seperti ini yang harus di arahkan agar tidak terjadi kerusakan lingkungan,” tegasnya.
Hingga saat ini, penggalian batu akik di Sumbar masih dilakukan dengan cara tradisional. Belum ada laporan proses penggalian batu akik yang menggunakan alat berat seperti penambangan emas.
“Sejak dini harus sudah diantisipasi agar jangan ada penggalian yang berpotensi merusak lingkungan seperti dengan menggunakan alat berat,” jelasnya.
“Demam Batu Akik” mulai mewabah satu tahun terakhir di Sumatera Barat, dan sudah sampai ke semua polosok daerah. Hampir setiap ruas jalan di kota dan kabupaten di daerah itu bisa ditemukan pedagang bahan akik, sekaligus pengrajin yang mengasah batu akik. Aktivitas masyarakat untuk mencari bongkahan bongkahan bahan batu yang mengandung bahan akik di sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Barat juga semakin meningkat

———————————————————-
Kamis, 19 Maret 2015
Jurnalis : Muslim Abdul Rahmad
Editor   : ME. Bijo Dirajo
———————————————————-

Lihat juga...