
Beberapa diantaranya sudah rusak dan terbuka pada bagian alat batere(penyimpan daya tenaga matahari) yang diduga diambil oleh tangan tangan tak bertanggungjawab. Lampu-lampu penerangan tersebut menggunakan tenaga matahari (solar energy) dan menyala secara otomatis pada malam hari, namun disayangkan kurangnya perawatan mengakibatkan beberapa lampu tak menyala lagi.
Padahal lampu tersebut sangat dibutuhkan oleh pengendara kendaraan pada saat hujan. Keluhan tentang matinya lampu jalan di sejumlah titik tersebut diakui oleh seorang pegawai yang bekerja di salah satu kapal di Pelabuhan Bakauheni.

Pada ruas Jalan Lintas Sumatera menjelang Bakauheni beberapa sopir mengaku sering diikuti oleh orang tertentu dan meminta sejumlah uang untuk pengamanan. Selama ini lampu penerangan sangat dibutuhkan pada jalur-jalur rawan tersebut karena sering terjadi kecelakaan. Terutama pada malam hari jika pengguna jalan tidak mengetahui di jalur tanjakan Buring, Desa Sukabaru, Kecamatan Penengahan banyak jalan bergelombang meskipun sudah ditambal di beberapa bagian.
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Lampung Selatan Syukur Kersana saat dikonfirmasi oleh mengungkapkan lampu jalan menjadi tanggung jawab Dishub Provinsi Lampung.
“Kita tak memiliki kewenangan karena itu jalan provinsi dan sudah ada bagian pemeliharaan. Kita mungkin hanya sebatas memberi informasi adanya kerusakan lampu di titik tertentu,” ungkap Syukur.