"Selama pemerintah Cina tidak bisa menghormati hak-hak beragama dari rakyat Uighur, MUI dan Muhammadiyah akan tetap bersuara dengan lantang melawannya," katanya.
Para pakar dan kelompok hak asasi manusia PBB, memperkirakan lebih dari satu juta warga Uighur dan anggota kelompok etnik lainnya telah ditahan di kamp-kamp dalam kampanye berjangkauan luas yang telah memicu reaksi internasional.
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Indonesia, Abdurrahman M Fachir, mengatakan, pemerintah Indonesia meminta penjelasan kepada pemerintah Cina, mengenai dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), pada etnis Uighur, di provinsi Xinjiang,…
Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI), sangat prihatin dengan peristiwa penindasan terhadap etnis Uighur, yang mayoritas merupakan muslim di Provinsi Xinjiang, Cina.