Supri, salah satu petani di Desa Kelaten, Kecamatan Penengahan memilih memanfaatkan lahan sawah untuk budidaya sayuran organik. Kemarau membuat lahan sawah yang biasanya ditanami padi dialihfungsikan untuk menanam sayuran.
"Banyak kegiatan di mana-mana, tapi harga kebutuhan pokok masih terjaga stabil," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut, Jenny Karouw, di Manado, Senin.
Maria Parera, warga Maumere yang membuka rumah makan mengatakan, masyarakat di kota Maumere sudah terbiasa menjual tahu. Dirinya setiap pagi menjual nasi kuning dan membuat menu masakan tahu bumbu tomat.
"Memang saat ini kami enggan memanen tomat karena harganya sangat rendah yakni hanya Rp 2.500/kg," kata Jairan, salah satu petani yang menanam tomat di Koya Timur, Jayapura, Rabu.
Menurutnya, kenaikan harga yang cukup signifikan itu disebabkan stok tomat di pasaran saat ini mulai terbatas. Komoditas tomat banyak yang rusak, akibat curah hujan yang tinggi di sentra produksi, seperti wilayah Plaosan, Magetan.