Budi menguraikan bahwa masalah kemacetan terurai dengan adanya berbagai program yang mudik gratis oleh korporasi, dan juga oleh adanya prasarana yang lebih baik.
“Tren pemudik menginap di pelabuhan sudah terjadi setiap tahun karena faktor keamanan di jalan dan memilih melanjutkan perjalanan pagi hari,” terang Hasan Lessy.
Ia menjelaskan, ke-31 unit bus tersebut disediakan sebagai armada cadangan untuk mengantisipasi derasnya arus mudik dari berbagai daerah menuju Kabupaten Bangka Tengah.
Sebanyak 946 personel Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Jawa Timur, diterjunkan untuk melakukan pengawasan, pengendalian, dan penertiban angkutan arus mudik dan balik Lebaran 2019.