Ratusan Pemudik Pilih Menginap di Pelabuhan Bakauheni
Editor: Makmun Hidayat
LAMPUNG — Ratusan pemudik asal Pelabuhan Merak, Banten pilih menginap di ruang tunggu Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel). Mereka beralasan keamanan dan ketersediaan kendaraan terusan.
Sobari, salah satu pemudik asal Lampung Tengah yang akan pulang ke Kecamatan Kalirejo mengaku menginap setelah sampai di Pelabuhan Bakauheni pada Kamis dini hari (30/5). Pekerja swasta di Jakarta tersebut berangkat sejak Rabu malam (29/5) dengan harapan tiba di Bakauheni pada pagi hari.
Pada mudik Idul Fitri 1440 Hijriah, ia menyebut sengaja pulang sepekan sebelum lebaran. Pengalaman pulang mudik tahun kedua ia mengaku tidak langsung melanjutkan perjalanan meski ada jaminan dari pihak kepolisian.
Ia berencana melanjutkan perjalanan pada pagi hari dengan menggunakan travel. Sebab untuk tiba di tempat tujuan meski memaksakan untuk melanjutkan perjalanan dini hari, moda transportasi angkutan pedesaan serta ojek belum ada.
Bersama dengan sejumlah rekan lain ia bahkan memilih memesan travel untuk keberangkatan pagi hari. Sejumlah barang bawaan yang cukup banyak sekaligus keluarga diajak serta membuat ia memilih menginap di Pelabuhan Bakauheni.
Sobari mengaku meski ada jaminan keamanan ia tetap masih takut melanjutkan perjalanan. Terlebih trauma pada tahun sebelumnya ia kehabisan kendaraan di terminal antarmoda Pelabuhan Bakauheni. Jumlah kendaraan diakuinya tidak sebanding dengan pemudik yang menginap di Pelabuhan Bakauheni.
“Faktor keamananan memang sudah dijamin namun kendala bagi pemudik tujuan wilayah yang tidak memiliki moda transportasi terusan seperti kami membuat menginap di pelabuhan sebagai solusi untuk melanjutkan perjalanan pada malam hari,” terang Sobari salah satu pemudik saat ditemui Cendana News di ruang tunggu pelabuhan Bakauheni, Kamis dini hari (30/5/2019).
Selain Sobari terlihat ratusan pemudik dengan berbagai kota tujuan di Provinsi Lampung pilih menginap di Bakauheni. Selain di ruang tunggu sejumlah pemudik menginap di dekat terminal antarnmoda Bakauheni menunggu pagi hari.
Sejumlah kendaraan bus dan travel yang tersedia meski siap mengangkut sejumlah penumpang belum diberangkatkan karena pemudik masih menginap di Bakauheni. Meski demikian sejumlah pengurus bus dan travel trayek terminal Bakauheni ke terminal Rajabasa sudah mencari calon penumpang.

General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Hasan Lessy, menyebut sudah menyediakan fasilitas bagi pemudik asal Merak. Setibanya di Pelabuhan Bakauheni bagi pemudik pejalan kaki atau yang tidak membawa kendaraan bisa menginap di Bakauheni.
Ruangan khusus disediakan dengan fasilitas karpet tempat tidur, toilet, air minum gratis serta petugas keamanan pelabuhan dan pihak kepolisian.
“Tren pemudik menginap di pelabuhan sudah terjadi setiap tahun karena faktor keamanan di jalan dan memilih melanjutkan perjalanan pagi hari,” terang Hasan Lessy.
Hasan Lessy juga menyebut sudah mengantisipasi kondisi tersebut dengan koordinasi bersama stakeholder terkait. Koordinasi diakuinya dilakukan dengan Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) dengan penyediaan ratusan bus.
Sejumlah bus khusus bahkan disediakan di dermaga eksekutif untuk mengantar penumpang ke terminal Rajabasa melalui jalan tol Sumatera. Sejumlah travel melalui Jalan Tol, Jalan Lintas Sumatera dan Jalan Lintas Tengah juga sudah disediakan.
Ketersediaan kendaraan yang cukup disebutnya dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. Sebab memasuki H-6 lebaran pemudik terus berdatangan terutama pejalan kaki.
Selain jaminan keamanan di area pelabuhan dilakukan oleh kepolisian dari Polres Lampung Selatan,petugas keamanan dari TNI Angkatan Laut juga disiagakan di Pelabuhan Bakauheni.
Jaminan keamanan juga diungkapkan oleh AKBP Muhammad Syarhan,SIK. Kapolres menyebut bagi pemudik asal pulau Jawa dengan kendaraan roda empat bisa memilih tiga jalur alternatif.

Selain akses Jalan Tol Trans Sumatera, Jalan Lintas Tengah dan Jalan Lintas Timur bisa digunakan. Pengamanan di jalur lintas Sumatera bagi pemudik dengan kendaraan diakui Muhammad Syarhan dilakukan dengan adanya pos pengamanan,pos pelayanan dan pos pantau.
“Personel disiagakan untuk menjamin keamanan diantaranya ada tim antibegal serta patroli dari Satlantas,” beber Muhamad Syarhan.
Bagi pemudik ia bahkan menyebut pos pengamanan sekaligus bisa menjadi lokasi istirahat. Sebab pemudik bisa beristirahat, mengecek kondisi kendaraan sekaligus mendapat layanan kesehatan.
Ia mengimbau pemudik yang tiba di Lampung dari pulau Jawa untuk memperhatikan kondisi kendaraan dan jalan. Bagi pemudik pengendara roda dua yang kelelahan disediakan juga fasilitas pijat di posko pelayanan kepolisian.
Mantan Kapolres Pesawaran mengimbau agar masyarakat memastikan kondisi kesehatan saat mudik. Sebab kondisi fisik yang kurang baik bisa mengganggu perjalanan terlebih bagi pengendara kendaraan.
Sejumlah fasilitas kesehatan yang disediakan oleh instansi terkait dan posko keamanan Polres Lamsel di sejumlah tuitik bisa digunakan. Sebab pada Operasi Ketupat Krakatau 2019 diterjunkan sebanyak 398 personel di jalur mudik.