Menurut putra Presiden Soeharto, anggaran senilai Rp70 triliun yang dikucurkan pemerintah setiap tahunnya, selama ini hanya difokuskan pada pembangunan infrastruktur di pedesaan saja.
Ekonomi kerakyatan ini, jelas dia, sebetulnya telah dikembangkan oleh masyarakat Indonesia, khususnya petani, peternak, nelayan dan buruh. Namun sayangnya selama pemerintahan reformasi kurang mendapat perhatian.