YOGYAKARTA — Siti Hediati Soeharto atau akrab disapa Titiek Soeharto menunjukkan komitmennya, dalam mendukung upaya pelestarian nilai-nilai kearifan lokal, khususnya tradisi tata rias dalam pernikahan adat Jawa yang syarat akan nilai-nilai budaya luhur.
Hal itu terlihat saat Titiek Soeharto yang dikenal sebagai Putri Cendana, nampak hadir dalam acara peringatan HUT Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) Melati ke 42 yang digelar di kawasan Baturetno Banguntapan Bantul, Selasa (19/12/2023).
Selain didulat menjadi orang pertama yang menerima potongan tumpeng, Titiek Soeharto, yang merupakan Caleg DPR RI dapil DIY dari partai Gerindra itu, juga nampak menjadi pembicara dalam acara HUT HARPI ke 42 bertema “Harpi Melati Berdaya, Berkarya dan Berbudaya” tersebut.
Dihadiri pengurus DPD DIY maupun pengurus DPC HARPI MELATI tingkat kabupaten kota se DIY, HUT HARPI MELATI ini juga digelar dalam rangka menyambut hari ibu serta perayaan Natal dan Tahun Baru 2023-2024.

Dalam kesempatan itu, Titiek Soeharto, sendiri mengaku kagum sekaligus bangga dengan apa yang telah dilakukan HARPI Melati, yang selama ini konsisten melestarikan dan mengembangkan seni tata rias adat pernikahan Jawa, agar terus berlanjut dan tidak hilang ditelan zaman.
Ia menilai semua kreativitas serta dedikasi seluruh anggota HARPI Melati patut mendapat apresiasi. Pasalnya selain telah ikut serta dalam melestarikan kearifan lokal masyarakat Yogyakarta, HARPI Melati juga telah berkontribusi besar dalam menggerakkan perekonomian masyarakat, lewat usaha di bidang industri kreatif yang mereka jalankan.
“Saya kagum sekaligus salut, walaupun secara bisnis bersaing, namun teman-teman anggota HARPI Melati, tetap kompak dan bersatu. Bahkan saling membantu satu sama lain. Ini menunjukkan semangat gotong-royong yang luar biasa,” katanya.
Titiek Soeharto berharap apa yang sudah dilakukan HARPI Melati dapat terus berlanjut, dan selalu mampu bertahan dalam menghadapi berbagai tantangan perubahan zaman yang semakin modern.