
YOGYAKARTA Cendana News — Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman menggelar kontes kambing PE ras Kaligesing dan domba lokal memperebutkan piala Bupati Sleman, bertempat di Mini Zoo Jogja Exotarium, Minggu (07/05/2023).
Digelar dalam rangkaian peringatan hari jadi ke-107 Kabupaten Sleman yang jatuh pada 15 Mei mendatang, acara ini dihadiri ratusan peserta dari berbagai daerah mulai dari Jawa, Sumatera hingga Bali.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, mengaku mengapresiasi serta mendukung penuh kontes Kambing PE atau Kaligesing dan Domba lokal ini. Menurutnya kompetisi ini merupakan wadah berbagi pengalaman serta ilmu bagi para petani dan peternak, dalam mengembangkan potensi kambing ras Kaligesing dan Domba lokal, terutama para generasi muda.
“Saya harap kontes ini dapat membawa dampak positif kepada masyarakat Kabupaten Sleman, baik dalam meningkatkan pariwisata ataupun perekonomian,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Suparmono, menjelaskan event ini terdiri dari dua macam kontes, yakni kambing PE ras Kaligesing dan domba lokal. Ia menyebut pihaknya bekerjasama dengan Perkumpulan Peternak Kambing Kaligesing Nasional (PERKANAS) untuk kontes kambin ras Kaligesing, dan Perserikatan Peternak Kambing Domba Yogyakarta (PPKDY) untuk kontes domba lokal .
“Untuk kontes domba lokal ini tingkatnya nasional. Sedangkan untuk kontes kontes kambin ras Kaligesing regional Jawa, Bali, Sumatera. Masing-masing kontes diikuti 250 peserta,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan acara ini baru pertama kali dilakukan Pemerintah Kabupaten Sleman. Dikatakan pihaknya berencana akan menggelar acara serupa secara rutin setiap peringatan hari jadi Kabupaten Sleman.
Ketua Panitia, Taufik Mawaddani, mengatakan sengaja mengangkat domba lokal untuk meningkatkan value domba lokal asli Indonesia di tengah gencarnya dominasi domba impor seperti awasi, merino, texel, dhorper dll.
“Tujuannya agar domba lokal yang sudah dikembangkan para peternak Jateng Jatim Jabar DIY dll biaa bersaing dengan domba impor. Karena domba lokal sebenarnya juga memiliki karakteristik kuat. Tidak kalah dengan domba impor. Seperti misalnya postur bagus, ekor tipis, gagah, kepala besar, punya tanduk, warna bagus dll. Itu yang ingin kita angkat kembali. Agar dapat menjadi icon dan daya tarik bagi di kalangan peternak,” katanya.