Ini strategi ketua kelompok Modal Kita hindari kredit macet di Anggota
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
YOGYAKARTA, Cendana News — Sejumlah ketua kelompok pemanfaat program pinjaman usaha ‘Modal Kita’ memiliki sejumlah strategi tersendiri guna memastikan seluruh anggotanya lancar membayar angsuran setiap bulannya.
Strategi ini diperlukan guna mencegah terjadinya persoalan kredit macet di kalangan anggota. Terlebih program pinjaman usaha ‘Modal Kita’ menerapkan sistem tanggung renteng, yang menuntut tanggung jawab seluruh pemanfat secara bersama-sama.
Hal itu pula lah yang dilakukan salah seorang ketua kelompok pemanfaat pinjaman usaha ‘Modal Kita’ KUD Gemah Ripah Trirenggo Bantul Yogyakarta, Dwi Susilowati (46) asal dusun Jedigan RT 06.
Menjadi ketua kelompok di tingkat padukuhan selama tiga tahun terakhir, Dwi megaku sangat selektif dalam merekrut anggota kelompok pemanfaat pinjaman usaha ‘Modal Kita’.
Dwi menyebut, ia hanya akan menerima warga menjadi anggota kelompok jika memenuhi syarat yang telah ditentukan. Mulai dari warga miskin/pra sejahtera, memiliki usaha, serta memiliki tanggungjawab dan track record bagus di masyarakat.
“Saya memiliki sebanyak 13 anggota. Mereka berasal dari dusun Jedigan, Pasutan, Klembon dan Nogosari. Alhamdulillah selama ini seluruh anggota selalu lancar membayar angsuran bulanan. Tidak ada satupun yang mengalami kredit macet,” katanya.
Tidak adanya anggota yang mengalami kredit macet itu disebabkan karena Dwi selama ini selalu membuat perjanjian atau komitmen di awal dengan setiap warga yang akan menjadi calon anggota kelompok.
“Sejak awal saya minta komitmen setiap anggota agar bertanggungjawab untuk membayar angsuran bulanan secara tertib. Yakni dengan membuat perjanjian. Sehingga mereka memiliki rasa tanggung jawab,” katanya.
Jika ada salah seorang anggota yang mengalami kesulitan membayar angsuran bulanan, Dwi selaku ketua kelompok, mengaku akan langsung mendatangi yang bersangkutan, untuk mengajaknya berkomunikasi dan mencari solusi bersama.
“Memang kadang ada anggota yang kesulitan membayar angsuran karena usahanya sedang sepi. Kalau seperti itu saya maklumi. Namun tetap saya minta yang bersangkutan tanggung jawab. Biasanya saya kasih kelonggaran waktu. Yang penting pembayaran tetap dilakukan,” katanya.
Banyaknya manfaat program pinjaman usaha’Modal Kita’ yang dijalankan Yayasan Damandiri melalui KUD Gemah Ripah, ini diakui Dwi membuat semua warga di sekitarnya ingin menjadi anggota kelompok. Sehingga ia harus benar-benar selektif dalam menentukan anggota.
“Banyak sekali warga yang ingin mendaftar menjadi anggota. Namun selalu saya tolak kalau mereka memiliki track record yang buruk. Karena saya tidak mau ambil resiko. Lebih baik jumlah anggota sedikit namun lancar, daripada banyak namun macet,” katanya.