Warga Dusun Pakem DCML Tamanmartani gelar Merti Dusun Umbul Sempol
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
YOGYAKARTA, Cendana News — Sejumlah warga dusun Pakem, Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Tamanmartani, Kalasan, Sleman, menggelar tradisi Merti Dusun Umbul Sempol, Minggu (23/10/2022).
Tradisi diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari pengambilan air suci, doa bersama, kirab gunungan hingga pagelaran seni budaya.
Diikuti ratusan warga, acara berlangsung meriah. Diawali dengan pengambilan air menggunakan tujuh kendi di sumber mata air Umbul Sempol, warga kemudian melakukan doa bersama di masjid setempat.
Setelah didoakan, air yang telah disimpan dalam kendi itu kemudian diarak keliling kampung oleh warga, dengan iring-iringan prajurit bregodo serta gunungan berisi sejumlah hasil bumi.
Puncaknya, berlokasi di Objek Wisata dusun setempat yakni Taman Sawi Kembang, warga kemudian melakukan prosesi upacara penyatuan 7 air kendi, untuk selanjutnya dibagi-bagikan pada seluruh pejabat pemerintahan.
Mulai dari ketua RT, ketua RW, Dukuh, Lurah, hingga Camat dan Kepala Dinas Pariwisata Sleman turut yang hadir dalam acara ini.
Sementara itu, gunungan yang telah diarak juga lantas diperebutkan oleh sejumlah warga dusun dalam ritual Ngalap Berkah. Bersamaan dengan itu, sejumlah kesenian tradisional seperti tari angguk, tari Badui hingga, jatilan ikut ditampilkan untuk memeriahkan suasana.
Kepala Dukuh Pakem, Tri Setyastono (55) menyebut tradisi merti dusun Umbul Sempol ini merupakan kegiatan yang baru pertama kali digelar.
Selain sebagai bentuk wujud rasa syukur warga kepada Tuhan Yang Maha Esa, tradisi ini juga digelar sebagai upaya mendukung keberadaan Desa Tamanmartani sebagai desa pariwisata sekaligus desa budaya.
“Kebetulan di dusun Pakem ini terdapat mata air Umbul Sempol, yang selama ini telah memberikan manfaat luar bagi warga dusun. Selain menjadi menjadi sumber irigasi lahan pertanian maupun budidaya ikan warga, air dari umbul ini juga banyak dimanfaatkan untuk berbagai keperluan warga seperti mencuci, mandi dan sebagainya,” katanya.
Atas dasar itulah, warga kemudian berinisiatif menggelar tradisi Merti Dusun Umbul Sempol ini sebagai upaya melestarikan keberadaan Umbul tersebut. Sehingga umbul tersebut bisa terus lestari dan memberikan manfaat bagi seluruh warga dusun.
“Lewat kegiatan ini kita juga ingin menjalin rasa kebersamaan seluruh warga. Termasuk menggandeng seluruh unsur pemerintahan agar dapat menjalankan amanah yang dimiliki demi kepentingan warga,” ungkapnya.
Lebih dari itu, dengan adanya tradisi ini, dusun Pakem, Tamanmartani, diharapkan dapat semakin dikenal sebagai desa wisata sekaligus desa wisata, tidak hanya di lingkup kelurahan saja namun juga hingga lingkup kecamatan bahkan Kabupaten.
“Dengan begitu, bermacam potensi kesenian, tradisi dan budaya yang ada di dusun Pakem ini dapat terus eksis dan tidak hilang begitu saja. Bahkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar,” pungkasnya.
Sebagaimana diketahui Desa Tamanmartani Kalasan Sleman merupakan salah satu desa binaan Yayasan Damandiri. Sejak 2017 Yayasan Damandiri, fokus melakukan upaya pemberdayaan yang berbasis pada pengembangan potensi sektor pariwisata di desa penyangga kawasan wisata Candi Prambanan ini.
Selain mendorong pengembangan wisata kuliner dengan mendirikan unit usaha Warung Kita, Yayasan Damandiri selama ini juga telah berkontribusi membangun rumah-rumah warga menjadi tempat penginapan atau homestay bagi wisatawan.
Termasuk juga melakukan berbagai pemberdayaan masyarakat lainnya seperti di sektor ekonomi, lingkungan kesehatan pendidikan hingga sosial dan sebagainya. Lewat upaya inilah potensi sektor pariwisata di desa Tamanmartani diharapkan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh warga desa.