KUD Pesantunan Berencana Bangun Demplot Pertanian Organik

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Manager Umum KUD Berkah Damandiri Pesantunan Slamet Abdurokhman. Foto: Jatmika H Kusmargana

BREBES Cendana News — Sebagai upaya mengatasi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia, Koperasi binaan Yayasan Damandiri KUD Berkah Damandiri Pesantunan, berencana membangun demplot pertanian organik di desa Pesantunan Wanasari Brebes Jawa Tengah.

Lewat demplot inilah para petani bawang merah di wilayah desa Pesantunan dan sekitarnya diharapkan bisa mulai kembali belajar mengenal dan mempraktekkan sistem pertanian organik ,yang dinilai lebih ramah lingkungan serta berbiaya rendah.

Manager Umum KUD Berkah Damandiri Pesantunan Slamet Abdurokhman, mengungkapkan rasa keprihatinannya melihat situasi dan kondisi petani saat ini. Dimana setiap kali musim tanam, para petani harus mengeluarkan biaya produksi cukup besar untuk bisa menggarap lahan pertanian mereka.

Hal itu tak lepas karena mayoritas petani di wilayah Brebes sudah sangat tergantung pada berbagai produk kimia seperti pupuk maupun pestisida. Sementara setiap tahun, berbagai kebutuhan pupuk maupun pestisida kimia tersebut diketahui terus mengalami kenaikan harga signifikan.

“Mayoritas warga di desa Pesantunan ini berprofesi sebagai petani. Hampir semuanya sangat tergantung dengan pupuk kimia pabrikan. Bisa dibilang tidak ada lagi petani yang menggunakan pupuk organik seperti kotoran ternak. Akibatnya biaya produksi menjadi sangat mahal,” ungkapnya.

Atas dasar itulah, KUD Berkah Damandiri Pesantunan, merasa tergerak untuk mengajak para petani kembali menggunakan sistem pertanian organik dalam mengolah lahan mereka. Sehingga diharapkan biaya produksi para petani bisa berkurang dan membuat keuntungan mereka semakin meningkat.

“Rencana Koperasi akan buat demplot percontohan pertanian bawang merah organik. Yakni dengan menggandeng para ahli. Agar petani di sekitar sini tidak tergantung sepenuhnya dengan pupuk kimia. Minimal mulai memakai sistem semi organik dengan memanfaatkan kompos, pupuk kandang,” ungkapnya.

Menurut Slamet, wilayah Brebes dan sekitarnya selama ini memang sangat mendukung untuk ditanam komoditas bawang merah. Hal itu terbukti dari kualitas bawang merah dari wilayah Brebes yang dikenal bermutu tinggi. Sayangnya penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus oleh petani selama puluhan tahun berdampak pada tingkat kesuburan tanah.

“Meski kualitas bawang merah yang dihasilkan bagus, namun dampak penggunaan pupuk kimia berlebihan mengakibatkan tonase hasil panen terus berkurang. 40 tahun lalu, lahan seluas 1 bahu atau 8 ribu meter bisa menghasilkan 10-15 ton bawang merah. Namun sekarang paling hanya 6-8 ton saja. Ini yang coba kita perbaiki dengan mendorong pertanian organik,” ungkapnya.

Lihat juga...