16-2-1984, Resmikan Perluasan Kilang Minyak Dumai, Presiden Soeharto: Indonesia Memasuki Tahap Swasembada Minyak
KAMIS, 16 FEBRUARI 1984 Presiden dan Ibu Soeharto meresmikan perluasan Kilang BBM Dumai, di Dumai, Riau.
Kilang Dumai yang diperluas ini merupakan salah satu contoh penting bagaimana Indonesia telah memanfaatkan teknologi tinggi. Kilang yang dapat mengolah residu ini dibangun dengan biaya US$1,475 miliar.
Residu yang sebelumnya selalu diekspor dengan harga murah itu, kini dapat diolah menjadi minyak dan solar dengan kapasitas 92.000 barrel per hari.
Dalam amanatnya, Presiden mengatakan bahwa dengan selesainya pembangunan Kilang BBM Dumai ini, maka Indonesia memasuki tahap swasembada bahan bakar minyak.
“Dengan demikian Indonesia bertambah siap memasuki Repelita IV,” sebut Presiden Soeharto.
Selanjutnya dikatakan oleh Kepala Negara bahwa dalam tekad kita untuk membangun masyarakat modern, maka Indonesia tidak ingin terus menerus hanya menjadi pengimpor teknologi.
Ditekankannya bahwa teknologi harus menjadi milik kita, menjadi bagian dari kehidupan yang berakar dan tumbuh dalam masyarakat kita sendiri.
Dalam hubungan inilah, demikian dikatakannya, kita semua merasa gembira bahwa Pertamina telah mulai ikut memberi jawaban yang tepat terhadap tantangan itu.
_______________