Pasokan Air Terhambat, Lahan Sawah di Utara Bekasi Hanya Ditumbuhi Gulma
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
BEKASI, Cendana News – Lahan pertanian di wilayah utara Kabupaten Bekasi hanya ditumbuhi gulma atau rerumputan luar akibat kekeringan yang melanda wilayah itu. Lahan itu biasa dijadikan sawah oleh petani wilayah setempat.
Tapi saat ini, sekitar seribuan hektar lahan persawahan di wilayah utara Kabupaten Bekasi saat ini mengalami kekeringan akibat pasokan air dari Kali Cikarang terhambat.
Dampaknya seribuan hektar lahan pertanian di wilayah utara Kabupaten Bekasi meliputi dua kecamatan Muara Gembong dan Sukawangi setiap tahun terus mengalami kekeringan dan sampai sekarang belum ada solusi.
“Kekeringan akibat minimnya pasokan air ke hilir. Hambatannya normalisasi kali Cikarang meski telah berjalan, namun belum maksimal,” ungkap Cecep Petani dari Desa Pantai Harapanjaya, Muara Gembong kepada CDN, Minggu (28/8/2022).
Dikatakan, dari 32 kilometer panjang bendungan sekunder Kali Bekasi Srengseng Hilir (BSH) yang dilakukan normalisasi masih belum sampai ke hilir.
“Sekarang hambatannya dari bendungan Srengseng Hilir sampai ke pintu air Pulau Bambu belum dikeruk, masih sangat dangkal, ” ungkapnya.
Hal itu juga lanjut membuat masyarakat dan 4 kepala desa melakukan giat gotong royong membendung di pintu air CBL agar bisa mengalir ke Saluran Sekunder Kali BSH.
Namun imbuhnya usaha itu sepertinya belum maksimal karena air masih belum sampai ke hilir. Hal itu dampak dari dangkal saluran di bagian hilir karena belum dilakukan normalisasi.
“Harapan kami selaku petani, tolong dinormalisasi bisa dituntaskan untuk kali Cikarang hilir dan diangkat lumpurnya sampahnya yang berserakan, ” tegasnya.
Sebelumnya empat kepala desa turun ke pintu air CBL untuk membendung air agar bisa dilarikan ke hilir.
Kekeringan saat ini terjadi di dua desa Jaya Bakti Kecamatan Cabangbungin, desa Sukaringin kecamatan Sukawangi, 4 desa di Kecamatan Muaragembong. Total lahan mengalami kekeringan mencapai 1000-an hektar.
Setiap tahun selalu gagal panen gagal karena pasokan air sangat berkurang. Kekinian terpantau hamparan areal persawahan warga di wilayah utara Bekasi itu hanya ditumbuhi gulma rumputan.
“Lahan seluas itu, hanya tebiarkan karena kekeringan. Harusnya ada perhatian dari pemerintah karena ini menyangkut ketahanan pangan,” ujar Ahmad Ajad, dari komunitas pegiat lingkungan hidup.