Tanda-tanda Orang Tidak Boleh Dipilih Jadi Pemimpin Menurut Alquran 1

Oleh: Abdul Rohman

JAKARTA, Cendana News – Alquran memberikan tanda-tanda orang yang baik untuk menjadi pemimpin. Dan, Alquran juga memberikan tanda-tanda orang yang dilarang untuk dipilih menjadi pemimpin.

Memetik pemahaman dari ketentuan-ketentuan ayat Alquran, setidaknya ada delapan kategori orang-orang yang tidak boleh diangkat sebagai pemimpin.

Kategori orang-orang yang tidak boleh diangkat sebagai pemimpin menurut ketentuan Alquran antara lain ada pada ayat-ayat berikut ini.

  1. Penyengsara Rakyat dan Pembuat Disharmoni

Orang yang tidak boleh dipilih sebagai pemimpin di antaranya adalah para penyengsara dan pembuat disharmoni.

QS Ali Imran (3):118 menyatakan:

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil teman kepercayaan dari orang-orang di luar kalangan (agama)-mu, (karena) mereka tidak henti-hentinya (mendatangkan) kemudaratan bagimu.

Mereka menginginkan apa yang menyusahkanmu. Sungguh, telah nyata kebencian dari mulut mereka dan apa yang mereka sembunyikan dalam hati lebih besar.

Sungguh, Kami telah menerangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu berpikir”.

Berdasar ayat tersebut, bisa ditarik pemahaman bahwa orang yang mendatangkan kemudharatan, yang membuat kesusahan dan penebar kebencian (pembuat disharmoni), memiliki rencana jahat walaupun disembunyikan, tidak boleh dipilih sebagai pemimpin.

Tentu setiap calon pemimpin menjajakan harapan yang baik kepada segenap publik untuk menarik simpati agar dipilih sebagai pemimpin.

Untuk mengetahuinya, kita bisa melacak dari track record orang tersebut apakah memiliki indikasi sebagai dilarang oleh ketetuan ayat-ayat itu atau tidak.

Jika kepemimpinan itu bukan semata-mata personnya atau sosok otangnya, namun juga melibatkan akar atau komunitas penyangga kepemimpinan itu, maka track record komunitas itu hendaknya juga menjadi bahan evaluasi.

Jika memenuhi kriteria yang dilarang, tentunya juga harus dihindari.

  1. Pembenci Orang Beriman

Orang yang membenci orang beriman, baik secara sembunyi-sembunyi, apalagi terang-terangan, tidak boleh dipilih sebagai pemimpin.

Hal ini bisa ditarik pemahaman dari QS Ali Imran (3):119 yang menyatakan:

“Begitulah kamu. Kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukaimu, dan kamu beriman pada semua kitab.

Apabila mereka berjumpa denganmu, mereka berkata, ‘Kami beriman.’

Apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari karena murka kepadamu.

Katakanlah, ‘Matilah kamu karena kemurkaanmu itu!’ Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati”.

Orang yang beriman adalah orang-orang yang percaya pada Allah SWT sebagai rukum iman yang utama.

Kemudian iman kepad malaikatnya, kitab-kitab yang diturunkan-Nya, kepada Rasul-rasul-Nya, iman kepada hari akhir dan iman kepada Qada/Qadar Allah SWT.

Ayat di atas bisa ditarik pemahaman, bahwa pembenci orang-orang beriman dilarang untuk dipilih sebagai pemimpin. (bersambung)

Lihat juga...