Masjid Suciati Saliman Berniat Cetak Enterpreneur Muslim yang Sukses
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
YOGYAKARTA, Cendana News — Masjid megah Suciati Saliman yang terletak di Jalan Gito Gati Pandowoharjo, Sleman, segera dilengkapi lembaga pendidikan Islam, berupa Pondok Pesantren putri.
Selain bertujuan mencetak generasi Islami penghafal Al-Qur’an, Pondok Pesantren ini juga diharapkan mampu melahirkan sosok-sosok enterpreneur muslim sukses. Pengusaha yang gemar menafkahkan hartanya untuk kepentingan umum, layaknya alm Suciati Saliman Raharjo.
Hal ini terungkap dalam acara Penyerahan sertifikat Wakaf Tanah Masjid dan Pondok Pesantren Suciati Saliman, dari kantor Kemenag Kab Sleman kepada Yayasan Suciati Saliman Raharjo, di masjid Suciati, Sleman, Kamis (7/702022).
“Penyerahan sertifikat Wakaf ini menjadi tonggak sejarah baru bagi masjid Suciati yang sekarang resmi menjadi tempat publik. Sekaligus juga menandai dimulainya pembangunan pondok pesantren dan madrasah,” ungkap Ketua Yayasan Suciati Saliman Raharjo, Syamsul Maarif, Kamis (07/07/2022).
Syamsul mengatakan, pembangunan Masjid sekaligus Pondok Pesantren Suciati, memang merupakan keinginan/amanah almarhum Suciati Saliman Raharjo, sejak sebelum meninggal dunia.
Pengusaha ayam potong itu, mengaku ingin membangun masjid yang bisa dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan ibadah masyarakat sekitar. Sekaligus juga pondok pesantren sebagai pusat pendidikan bagi anak-anak dan generasi muda.
“Pondok pesantren ini nanti akan menempati lahan seluas kurang lebih 3000-an meter persegi. Lokasinya berada sekitar 1 kilometer di utara masjid. Pondok pesantren ini nantinya juga akan dilengkapi lembaga pendidikan formal berupa Madrasah,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Kemenag kab Sleman diketahui menyerahkan sebanyak 7 sertifikat tanah Wakaf pada Yayasan Suciati Saliman Raharjo, selalu pengelola Masjid Suciati.
Sebanyak empat sertifikat merupakan sertifikat masjid dengan luasan total 1617 meter persegi. Serta 3 sertifikat merupakan sertifikat tanah untuk pondok pesantren seluas total 3273 meter persegi.
“Kita berikan apresiasi setinggi-tingginya pada alm Suciati Saliman Raharjo yang telah mewakafkan tanahnya untuk masjid dan pondok pesantren. Tentu ini akan menjadi amal jariyah luar biasa,” kata Kepala Kantor Kemenag Sleman, H Sidik Pramono SAg MSi.
Dengan resmi menjadi tanah wakaf, maka status tanah masjid maupun pondok pesantren ini, selanjutnya tidak akan bisa dialihkan/ dipindah-tangankan kecuali ada hal luarbiasa, seperti misalnya perluasan jalan atau pembangunan jalan tol.
Sementara itu, Ketua Lembaga Kemakmuran Masjid Suciati, Arianto Nugroho, menambahkan pondok pesantren Suciati nantinya akan menerapkan sistem sekolah sehari penuh atay full boarding, dengan dilengkapi asrama.
Meski direncanakan sebagai lembaga pendidikan non formal yakni Pondok Pesantren, namun Ponpes Suciati nantinya akan tetap memiliki lembaga pendidikan formal berupa Madrasah.
Dimana konsep pengajarannya akan menggunakan kurikulum salaf modern/ponpes salaf dengan kajian kitab kuning serta beberapa keunggulan seperti tahfidz, membaca kitab, hingga ketrampilan menggunakan bahasa, baik itu bahasa Arab maupun Inggris.