Ini Kunci Sukses Desa Badegan Kembangkan Obwis Bukit Soeharto

Admin

SOLO, Cendana News– Desa Badegan di Ponorogo, Jawa Timur, dinilai berhasil mengembangkan Bukit Soeharto menjadi objek wisata (obwis) bertema alam.

Bagi yang belum tahu, Bukit Soeharto di desa Badegan merupakan salah satu objek wisata favorit di Kota Reyog.

Masyarakat Desa Badegan mengembangkan Bukit Soeharto tersebut sejak tahun 2019.

Pengembangan Bukit Soeharto itu bermula dari masuknya program pemberdayaan masyarakat desa dari Yayasan Damandiri.

Melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari, yayasan warisan HM Soeharto itu mendirikan koperasi sebagai motor utama penggeraknya.

Kemudian, melalui koperasi tersebut masyarakat desa Badegan membuat berbagai program di bidang ekonomi.

Tujuannya untuk meningkatkan perekonomian warga desa secara bergotong-royong, sesuai asas kekeluargaan koperasi.

Salah satu upaya peningkatan ekonomi tersebut adalah dengan membangun Bukit Soeharto sebagai objek wisata.

Bukit Soeharto di kawasan jalan nasional Ponorogo-Wonogiri itu semula merupakan kawasan lahan penghijauan milik Perhutani.

Selama bertahun-tahun, masyarakat setempat memanfaatkannya sebagai lahan pertanian dan perkebunan.

Namun, hasil pemanfaatan Bukit Soeharto melalui sektor pertanian itu ternyata tidak signifikan.

Setelah menjadi objek wisata, dalam waktu sekitar tiga tahun perekonomian warga membaik.

Masyarakat bisa bekerja dan berdagang seiring dengan ramainya wisatawan di Bukit Soeharto.

Manajer Umum Koperasi Jaya Sejahtera Mandiri Badegan, Wahyu Bintoro menyampaikan hal itu usai Rapat Kerja Koperasi Desa Binaan Yayasan Damandiri di Kota Solo, Jumat (15/7/2022).

Dia mengemukakan, keberhasilan koperasi mengembangkan sektor pariwisata Bukit Soeharto tidak hanya karena mampu mendatangkan banyak wisatawan.

“Tapi, keberhasilan itu adalah ketika pemberdayaan berjalan dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” kata Wahyu Bintoro.

Dia menjelaskan, dengan adanya Objek Wisata Bukit Soeharto itu masyarakat yang semula menganggur bisa bekerja.

Perekonomian berjalan melalui berbagai kegiatan usaha kecil yang tumbuh seiring berkembangnya Objek Wisata Bukit Soeharto.

Wahyu Bintoro mengatakan, bahwa di desanya semula banyak sekali warganya yang menganggur.

Setelah ada Objek Wisata Bukit Soeharto, mereka bisa bekerja sebagai pengelola, juru parkir, atau membuka usaha kuliner di kawasan Bukit Soeharto.

“Selain itu kita juga mampu mendatangkan investor dari perusahaan-perusahaan besar untuk bekerja sama,” katanya.

Menurutnya, adanya investor dari luar menjadi satu prestasi tersendiri dari upaya pengembangan Bukit Soeharto.

“Kita dari koperasi yang biasa, namun bisa mendatangkan investor yang luar biasa,” kata Wahyu Bintoro.

Wahyu Bintoro kemudian menjelaskan, bahwa tidak ada kiat khusus untuk bisa menarik investor.

Pihaknya hanya menerapkan sistem kekeluargaan dan saling menumbuhkan kepercayaan.

“Dalam sebuah kerja sama itu yang penting adalah saling percaya dan saling menguntungkan,” katanya.

Sementara itu keberhasilan lain dari sebuah upaya pemberdayaan itu adalah adanya pengakuan dari pemerintah daerah.

“Kita selalu bersinergi dengan pemerintah daerah, baik di tingkat desa maupun kabupaten, dan mereka sangat mendukung,” katanya.

Wahyu Bintoro mengatakan, bahwa kunci utama dari semua keberhasilan itu adalah niat baik.
“Dari awal pihak yayasan (Damandiri) selalu menekankan bahwa selama dengan niat baik, maka semua akan berjalan dengan baik. Pasti orang akan membantu,” ujar Wahyu Bintoro.

Rapat Kerja Koperasi Desa Binaan Yayasan Damandiri berlangsung tiga hari di Hotel Salaview, Kota Solo, Jumat-Minggu (15-17/7/2022).

Sejumlah perwakilan dari 15 desa binaan mengikuti acara tersebut.

Hadir dalam acara ini Ketua Yayasan Damandiri Letjen (Purn) Soegiono, Sekretaris Firdaus, Bendahara Siswanto Djojodisastro, dan sejumlah jajaran.

Lihat juga...