25 Juni, Inilah Sejumlah Peristiwa di Masa Pemerintahan Presiden HM Soeharto

Menerima Wakil PM Singapura, Presiden Soeharto Tekankan Stabilitas Nasional dan Regional

Presiden kedua Republik Indonesia, Jenderal Besar HM Soeharto merupakan tokoh besar yang disegani oleh banyak pemimpin negara di dunia. Hal tersebut tidak terlepas dari banyaknya prestasi selama kepemimpinannya. Menjabat sejak 12 Maret 1967 hingga 21 Mei 1998, Pak Harto juga dipanggil sebagai Bapak Pembangunan.

Beragam pembangunan dilakukan, baik fisik hingga mental, mulai dari pembangunan sekolah Inpres, Wajib Belajar, Puskesmas, Waduk, Infrastruktur Nasional, hingga membangun 999 Masjid yang tersebar di berbagai pelosok Nusantara.

Inilah sejumlah peristiwa yang terjadi pada 25 Juni di masa Pemerintahan Presiden HM Soeharto:

Sidang Kabinet, Presiden Soeharto Bahas Pembangunan 500 Puskesmas dan Anjurkan Pembentukan Organisasi Buruh

SELASA, 25 JUNI 1974 Presiden Soeharto pagi ini memimpin sidang kabinet terbatas bidang Kesra di Bina Graha. Fokus sidang kabinet terbatas kali ini adalah masalah ketenagakerjaan dan kesehatan. Menyangkut masalah tenaga kerja, Presiden Soeharto menganjurkan agar didalam perusahaan-perusahaan dibentuk organisasi-organisasi buruh yang berinduk pada FBSI. Menurutnya hal ini perlu untuk menimbulkan dialog antara buruh dan majikan, dalam rangka meningkatkan produktifitas kerja dan produksi. Kepala Negara menghendaki agar pembinaan terhadap serikat-­serikat buruh ditingkatkan, sehingga keinginan buruh dapat ditampung dan disalurkan dengan sebaik-baiknya.

Sidang juga memutuskan untuk meningkatkan usaha pembinaan kesehatan rakyat. Hal ini terutama ditujukan pada usaha untuk mencegah timbulnya penyakit seperti kolera. Untuk tahun ini Pemerintah akan membangun 500 buah Puskesmas di seluruh Indonesia, lengkap dengan peralatan medis dan non-medis serta biaya operasionalnya. Selain itu akan dibangun pula sarana-sarana penunjang kesehatan, seperti proyek air minum.

Presiden Soeharto Menerima Tawaran Partisipasi MUI Selesaikan Ekses Pemilu

SABTU, 25 JUNI 1977 Presiden Soeharto menerima baik tawaran MUI untuk bersama-sama pemerintah turut menyelesaikan ekses-ekses akibat pemilihan umum yang lalu, bukan dari segi politis akan tetapi dari segi kerohanian. Hal ini terungkap dari pertemuan yang dilakukan pimpinan MUI, yaitu Prof. Dr. Hamka, KH Abdullah Syafi’i, KH Hasan Basri, KHS Mohammad Al Habsyi, Drs. Kafrawi, Amiruddin Siregar, dan Kasman Singadimedjo dengan Presiden Soeharto di Bina Graha hari ini.

Hamka mengatakan bahwa dalam pertemuan dengan Presiden itu juga telah dibahas bagaimana pelaksanaan pemilihan umum lima tahun yang akan datang, agar lebih baik dari yang sekarang. Konsep yang diajukan Presiden dalam hal ini ialah memberikan kesadaran bemegara yang lebih baik kepada rakyat.

 

Presiden Soeharto: Tugas Generasi ’45 Mewariskan Nilai-Nilai ’45

RABU, 25 JUNI 1980 Pagi ini Presiden Soeharto membuka Musyawarah Besar Nasional ke-4 Angkatan 45 bertempat di Gedung Olahraga, Palembang. Musyawarah besar nasional ini dihadiri oleh perutusan dari 27 provinsi, termasuk Timor Timur, dan berlangsung sampai tanggal 29 Juni.

Dalam kata sambutannya, Presiden antara lain mengatakan bahwa Angkatan 45 berkewajiban untuk menunjukkan jiwa dan nilai 45 serta mengamalkan Pancasila dan UUD 1945 secara nyata. Diingatkannya bahwa tugas ini merupakan kewajiban yang tidak ringan.

Lebih lanjut dikatakan Presiden bahwa beberapa pokok mengenai usaha melestarikan nilai-nilai 45 ialah segala sesuatu yang terkandung didalam peristiwa bersejarah di tahun itu yang juga merupakan hakekat semangat dan nilai 45. Dalam hubungan ini Presiden berpendapat bahwa tugas Angkatan 45 yang tidak kalah pentingnya sekarang ini ialah meneruskan nilai-nilai 45 itu kepada generasi yang lebih muda sebagai modal mental dan semangat untuk melanjutkan perjuangan, yaitu memberi isi kepada kemerdekaan dengan pembangunan nasional.

 

Presiden Soeharto Putuskan Sadaqah Ramadhan Kepresidenan Berupa 250 Ton Beras

SELASA, 4 JUNI 1985 Presiden Soeharto memutuskan menyediakan 250 ton beras untuk dibagi-bagikan kepada fakir miskin di beberapa kota di Indonesia, sebagai sadaqah Ramadhan Kepresidenan. Penyerahan zakat tersebut dilakukan oleh Kepala Bulog Bustanil Arifin kepada Gubernur DKI Jakarta.

 

Menerima Wakil PM Singapura, Presiden Soeharto Tekankan Stabilitas Nasional dan Regional

RABU, 25 JUNI 1986 Selama lebih kurang setengah jam, pada pukul 09.00 pagi ini, Presiden Soeharto menerima Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Pertahanan Singapura, Goh Chok Tong, di Bina Graha. Dalam kunjungan ini Goh Chok Tong disertai oleh Menteri Lingkungan, Dr Ahmad Mattar, dan Pejabat Menteri Penerangan, Wong Kan Seng.

Dalam kesempatan itu, kepada tamunya, Kepala Negara telah menjelaskan mengenai usaha pemerintah untuk menciptakan stabilitas nasional, yang juga akan mendorong terciptanya stabilitas regional. Disamping itu telah pula dibahas masalah peningkatan hubungan dan kerjasama antara kedua negara. Mengenai hal yang terakhir itu, kedua belah pihak menekankan perlunya terus dilakukan pertukaran kunjungan antara kedua negara, yang mencakup tidak saja pejabat tinggi pemerintahan, tetapi juga pejabat-pejabat yang lebih rendah.

 

Presiden Soeharto Menginstruksikan Agar Semua Pabrik Aneka Industri Berada di Kawasan Industri

KAMIS, 25 JUNI 1992 Presiden Soeharto menginstruksikan kepada Menteri Muda Perindustrian, Tungki Ariwibowo, agar semua pabrik baru yang akan menghasilkan barang kelompok aneka industri harus berlokasi di kawasan industri, terutama di daerah yang sudah memiliki kawasan indsutri ataupun sudah siap dimanfaatkan.

Demikian diungkapkan Menteri Tungki Ariwibowo Setelah melapor kepada kepala Negara di Istana Merdeka pagi ini. Tungki Ariwibowo selanjutnya mengatakan bahwa kawasan industri dibangun memang untuk menampung aneka industri dan industri menengah, terutama yang berorientasi ekspor.

Jadi memang sudah seharusnya semua pabrik semacam itu berada di dalam kawasan industri.

Lihat juga...