Takalar Sentra Komoditas Rumput Laut Terbesar di Sulsel

Admin

JAKARTA, Cendana News – Kabupaten Takalar di Sulawesi Selatan (Sulsel) menjadi salah satu sentra produksi rumput laut terbesar di Indonesia.

Rumput laut menjadi salah satu komoditas unggulan dari sektor perikanan budidaya di kabupaten Takalar. Salah satu sentra produksi rumput laut di kabupaten Takalar berada di desa Laikang.

Data Dinas Kelautan dan Perikanan kabupaten Takalar, menyebut desa Laikang memiliki potensi luas area budidaya rumput laut 10 ribu hektare. Dengan luas areal yang telah diusahakan 3.773 hektare.

Adapun produksi budidaya rumput laut desa Laikang pada tahun 2021 mencapai 195.399,03 ton. Atau sekitar 32 persen dari total produksi rumput laut Kabupaten Takalar.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan, Sulkaf S. Latief mengatakan Sulawesi Selatan menjadi produsen nomor satu untuk komoditas udang dan rumput laut.

“Khusus untuk rumput laut jenis Eucheuma cottonii, Kabupaten Takalar menjadi produsen nomor satu di Sulawesi Selatan,” kata Sulkaf seperti dikutip dari laman kkp, Rabu (20/4/2022).

Dengan potensi besar rumput laut itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan menetapkan desa Laikang sebagai kampung perikanan budidaya rumput laut.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Tb Haeru Rahayu mengatakan subsektor perikanan budidaya rumput laut sangat menjanjikan.

“Saat ini harga jual di level pembudidaya mencapai Rp33 ribu per kilogram,” kata Tebe.

Namun dengan potensi rumput laut yang besar, penyediaan bibit unggul menjadi tantangan tersendiri.

Untuk itu Kepala BPBAP Takalar, Nur Muflich Juniyanto menyatakan pihaknya terus berupaya mengembangkan teknologi. Untuk meningkatkan produktivitas maupun produksi bibit rumput laut sedini mungkin.

“Secara luas melalui teknologi seperti metode kultur jaringan maupun spora, yang hasilnya sudah mulai didiseminasikan kepada masyarakat,” ungkap Juniyanto.

Sementara itu Ketua Pokdakan Puntondo Mandiri Desa Laikang, Muhammad Ibrahim Bakri berharap adanya dukungan penyediaan bibit unggul.

“Terutama pada saat awal musim tanam agar keuntungan bisa lebih maksimal,” kata Ibrahim.

Ibrahim juga mengatakan, pada tahun ini kelompoknya yang berjumlah 19 orang menargetkan produksi 60 ton rumput laut kering.

“Dengan harga jual tahun ini yang sedang tinggi mencapai Rp33 ribu per kilogram, kami bisa menghasilkan pendapatan sebesar Rp1,98 miliar,” katanya.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mendorong peningkatan produktivitas rumput laut untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.

Menteri Trenggono meminta jajarannya untuk memperkuat pendampingan. Sehingga, persoalan penyakit bisa terselesaikan, termasuk dalam hal pencegahan.

Selain itu, penelitian juga harus segera dan penyiapan teknologi untuk mendukung kegiatan budidaya.

Rumput laut menjadi salah satu komoditas budidaya berorientasi ekspor sesuai program terobosan KKP tahun 2021-2024. Selain dari udang, lobster, dan kepiting.

Lihat juga...