Koperasi Damandiri Mudahkan Warga Rintis Usaha dari Nol Rupiah
Editor: Koko Triarko
TASIKMALAYA, Cendana News – Warga Dusun Margajaya, Desa Cilampunghilir, Padakembang, Tasikmalaya, Jawa Barat, Wati Noviati (33) merintis usaha dagang sembako sejak tiga tahun lalu.
Karena keterbatasan modal, wanita berhijab ini memulai usahanya berjualan sembako secara online di rumahnya.
Caranya dengan menjadi mitra binaan unit usaha ‘Warung Kita’ Koperasi Amanah Galunggung Mandiri.
Dia mengaku layanan dari koperasi binaan Yayasan Damandiri itu sangat membantu dan memudahkan untuk merintis usaha rumahan.
“Saya berminat gabung karena sistemnya memang membantu sekali,” kata Wati Noviati, yang kini omzet penjualannya sudah mencapai Rp6 juta per bulan.
Baca: Ibu Rumah Tangga Ini Sukses Jualan Sembako, Modal Awal dari Koperasi
Dia menjelaskan, pihak koperasi menerapkan pembayaran tempo sehingga memungkinkan siapapun berjualan tanpa modal.
“Kita bisa ambil barang dulu dan menjualnya ke konsumen. Kemudian, pembayarannya di akhir. Bisa setiap minggu atau setiap bulan. Jadi, sangat membantu untuk yang tidak punya modal seperti saya,” katanya.
Selain itu, menurutnya produk-produk unit Warung Kita Koperasi Amanah Galunggung Mandiri juga berkualitas.
Sementara harga jualnya bersaing dengan warung-warung grosir lainnya di Desa Cilampunghilir.
“Karena kualitas barangnya bagus, maka banyak konsumen yang suka. Bahkan, jadi pelanggan rutin,” kata Wati Noviati.
Dia mengaku bisa menjual beras hingga 4 kwintal per bulan. Sementara untuk telur bisa 2 peti, kadang lebih.
Wati Noviati mengatakan, koperasi juga sangat memudahkan mitra binaannya karena adanya sistem pesan antar barang.
Dengan layanan pesan antar itu pemesanan barang bisa melalui telepon. Kemudian, barang diantarkan.
“Kalau mau ambil barang tinggal pesan lewat HP. Nanti koperasi akan mengirimkan barangnya. Jadi, bisa irit biaya transportasi. Kita juga lebih enak. Tidak usah ke mana-mana barang datang sendiri,” jelas Wati Noviati.
Selain berbagai pelayanan yang memudahkan, Koperasi Amanah Galunggung Mandiri juga memberikan akses permodalan lewat unit usaha ‘Modal Kita’.
Saat ini, terdapat 360 UMKM memanfaatkan berbagai progra pemberdayaan dari koperasi tersebut.
Mereka terdiri dari pelaku usaha kuliner, warung kelontong, hingga pelaku usaha mikro lainnya.
Unit usaha milik Koperasi Amanah Galunggung Mandiri memberikan berbagai kemudahan bagi masyarakat desa.
Hal itu karena semangat pendirian koperasi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan warga desa di lingkungannya.
Koperasi Amanah Galunggung Mandiri berdiri sebagai motor penggerak utama program pemberdayaan masyarakat berbasis desa.
Pemberdayaan itu dijalankan melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Yayasan Damandiri.
Melalui program tersebut, yayasan warisan Presiden Soeharto melakukan berbagai upaya pemberdayaan di berbagai sektor.
Tidak hanya ekonomi, namun juga kesehatan, pendidikan, lingkungan dan budaya-keagamaan.
Adapun misi utama Yayasan Damandiri adalah membantu pemerintah mempercepat pengentasan kemiskinan.