UIN KHAS Jember Kerja Sama Riset dengan PT Belanda

Admin

UIN KHAS Jember menjajaki kerja sama riset kolaboratif dengan Perguruan Tinggi Belanda. -Foto: Kemenag

Cendana News, JAWA TIMUR – Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember berniat menjajaki kerja sama riset dengan perguruan tinggi di Belanda.

Untuk itu, UIN KHAS Jember melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) akan menggandeng  Nuffic Neso dan Leiden University.

Nuffic Neso merupakan organisasi resmi yang bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Budaya, dan Sains Belanda.

Juga Kementerian Luar Negeri Belanda, dan menjadi perwakilan Belanda di Indonesia dalam bidang pendidikan.

Sementara, Leiden University adalah kampus tertua di Belanda dan merupakan universitas riset terkemuka di Eropa.

UIN KHAS Jember akan melakukan penjajakan kerja sama itu melalui International Lecturer Series (ILS) Seri 2 pada Kamis, 10 Maret 2022.

Rektor UIN KHAS Jember, Babun Suharto, mengatakan UIN KHAS Jember saat ini memang sedang memperluas sayap untuk go international.

Pihaknya menggencarkan berbagai kerja sama untuk memperkuat reputasi akademik UIN KHAS Jember di tingkat international.

“Kami memiliki fokus untuk memperluas jejaring komunitas akademik global (international outlook),” kata Babun Suharto, dikutip dari laman Kemenag, Selasa 8 Maret 2022.

Sementara itu Ketua LP2M UIN KHAS Jember, Zainal Abidin, mengungkapkan LP2M memiliki mandat melakukan berbagai inovasi dan kreativitas.

Hal itu dalam rangka mewujudkan UIN KHAS Jember sebagai globally recognised research university.

Menurutnya, ILS dan event konferensi internasional yang akan digelar merupakan ikhtiar untuk mewujudkan hal tersebut.

“Kami terus berakselarasi untuk menjalin kerja sama dan memperluas jejaring kerja sama riset, baik dengan perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri,” katanya,

Kepala Pusat Penelitian LP2M UIN KHAS Jember, Wildani Hefni, mengungkapkan ILS Seri 2 akan menghadirkan dua narasumber berkompeten.

Narasumber akan berbicara tentang peluang riset antara Indonesia dan Belanda.

Pembicara pertama adalah Peter van Tuijl yang merupakan Direktur Nuffic Neso Indonesia.

Pembicara kedua adalah Marrik Ballen, Direktur KITLV dan perwakilan tetap kampus Leiden University Belanda di Indonesia.

Menurut dia, ILS Seri 2 menggandeng lembaga resmi perwakilan Belanda di Indonesia dan kampus riset di Belanda.

“Tujuannya untuk mendiskusikan penjajakan peluang kerja sama riset dan akan ada ada tindak lanjut dari LP2M,” ungkap Wildan.

Menurut Wildan, tren akademik dunia saat ini adalah kolaborasi. Karena itu, pihaknya terus melakukan komunikasi intens dengan kolega-kolega luar negeri.

Lihat juga...