CA Manggis Gadungan Kediri Pusat Ficus Nasional Pertama di Indonesia

Admin

KEDIRI, cendananews.com – Kawasan penyangga (buffer zone) Cagar Alam Manggis Gadungan, di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menjadi Pusat Ficus Nasional (PFN) pertama di Indonesia.

Cagar Alam Manggis Gadungan di Kediri merupakan salah satu cagar alam tertua di Indonesia. Beberapa jenis Ficus tumbuh subur di dalamnya, antara lain Leses (Ficus albiphila) yang merupakan pohon terbesar di kawasan itu.

Selain itu juga terdapat Ficus nervosa, Ficus varigata, Ficus kurzii, Ficus callophyla, Ficus benjamina, Ficus hispida, Ficus virens dan Ficus septica.

Kepala Subbag Data Evlap dan Humas Balai Besar KSDA Jawa Timur, Gatut Panggah, dalam keterangan tertulisnya mengatakan, bahwa awalnya, keberadaan Cagar Alam Manggis Gadungan merupakan upaya perlindungan botani dan tata air. Dengan dominasi vegetasi awal saat itu adalah Ficus.

Kemudian berdasarkan inventarisasi vegetasi, saat ini di kawasan Cagar Alam Manggis Gadungan makin sulit menemukan anakan Ficus.

Hal itu karena daun maupun buah dari ficus merupakan sumber pakan dari satwa-satwa yang ada di kawasan tersebut.

Karena itu, perlu ada upaya menjaga kelestariannya, di antaranya dengan pembuatan bibit dan penanaman.

Untuk dapat melestarikan jenis-jenis ficus tersebut, para stakeholders kemudian mencetuskan gagasan pembangunan PFN di Buffer Zone Cagar Alam Manggis Gadungan.

Perhutani pun bersama administrator/ KPH Kediri selaku pemangku kawasan, menginisiasi untuk mengusulkan kawasan hutan produksi tersebut menjadi Lapangan Dengan Tujuan Istimewa (LDTI) seluas 7,5 ha sebagai lokasi PFN.

Areal tersebut berada di sekeliling kawasan Cagar Alam Manggis Gadungan.

Gayung bersambut, dan usulan pendirian Pusat Ficus Nasional tersebut terlaksana.

Deklarasi Cagar Alam Manggis Gadungan sebagai PFN berlangsung di kantor Bupati Kediri, Rabu 23 Maret 2022.

Hadir dalam acara itu, Direktur Jenderal KSDAE, Ir Wiratno, Bupati Kediri, Ketua DPRD, dan Perum Perhutani.

Dalam sambutannya, Direktur Jenderal KSDAE, Ir Wiratno mengatakan konsep Pusat Ficus Nasional merupakan konsep pengelolaan lanskap berbasis spesies yang pertama di Indonesia.

Sebuah pengelolaan kolaborasi dalam bentuk pengelolaan lahan berbagai fungsi yang dilakukan bersama-sama para pihak.

Dia mengatakan, PFN merupakan salah satu bentuk nyata wujud energi positif dari para stakeholders yang peduli terhadap kelestarian lingkungan.

“Hal ini harus terus didorong untuk menjadikan PFN-PFN baru di wilayah lain,” kata Wiratno.

Sementara itu Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Masyarakat Ficus Indonesia. Dan, kepada para relawan yang telah merintis terbentuknya PFN.

“Dengan terbangunnya PFN di Kabupaten Kediri dapat berfungsi sebagai pusat informasi, edukasi. Dan pelatihan, penelitian, kepustakaan, literasi, media informasi, sarana budidaya tanaman dan ekowisata Ficus”, kata Bupati.

Sedangkan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Anggia Erma Rini, mengajak kepada semua menjadikan PFN sebagai model pengelolaan hutan berbasis kolaboratif dan pemberdayaan masyarakat.

Lihat juga...