Penerapan Satu Data Prokes Perkuat Sistem Kesehatan Global

Admin

JAKARTA, cendananews.com – Indonesia akan mendorong penerapan satu data protokol kesehatan (prokes) di tiap pintu masuk negara. Hal ini sebagai upaya memperkuat sistem kesehatan global.

Satu data protokol kesehatan juga sebagai tindaklanjut mekanisme pendanaan pandemic preparedness response, yang sebelumnya menjadi bagian pembahasan pada Presidensi G20 di Italia 2021.

Sekretaris Direktorat Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi, Mepid, mengatakan hal itu terkait kesiapan pelaksanaan health working group (HWG).

HWG merupakan rangkaian kegiatan presidensi G20 bidang kesehatan yang akan berlangsung di Yogyakarta pada 28 Maret 2022.

”Kita perlu mendorong penggunaan 1 data protokol kesehatan, seperti berbagai praktik di Indonesia maupun negara lainnya,” kata Nadia Tarmizi, dinukil dari kanal YouTube Kemenkes RI, Kamis (24/3/2022).

Dia mencontohkan, satu data prokes seperti halnya aplikasi PeduliLindungi di Indonesia yang terintegrasi dengan sistem kesehatan.

Nadia juga mengatakan, dalam HWG nanti perlu mencapai kesepakatan kerjasama antarnegara, untuk pengenalan verifikasi sertifikat vaksin.

”Protokol ini juga bisa menjadi percontohan bagi penyakit menular lain yang pencegahannya bisa melalui vaksinasi,” kata Nadia.

Menurut Nadia, hal tersebut merupakan suatu langkah jangka panjang untuk mengamankan perjalanan internasional.

Dan, mengurangi penyebaran virus sambil menjaga mobilitas pelaku perjalanan internasional.

Selain itu, perlu membangun mekanisme global untuk meningkatkan akses serta mobilitas sumber daya kesehatan.

Hal tersebut guna memperkuat pencegahan dan respons terhadap krisis kesehatan.

Selain penggunaan 1 data protokol kesehatan, Indonesia perlu juga mendorong inisiatif perluasan manufaktur vaksin COVID-19, pengobatan, serta diagnostik ke negara-negara berkembang.

Inisiatif lain yang perlu saat ini adalah penguatan hubungan global bagi para ilmuwan di bidang virologi, imunologi, epidemiologi, dan di bidang keilmuan lainnya terkait krisis kesehatan.

Langkahnya adalah dengan membangun pusat penelitian di negara berkembang.

”Saat ini negara dengan ekonomi yang kuat harus membantu negara ekonomi kelas menengah ke bawah, agar mampu merespons krisis kesehatan global,” kata Nadia.

Indonesia menjadi tuan rumah Presidensi G20 2022. Salah satu rangkaian kegiatan di sektor kesehatan adalah pertemuan health working group (HWG).

HWG pertama akan berlangsung di Yogyakarta pada 28- 30 Maret 2022.

Lihat juga...