Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Agrowisata DCML Cilampunghilir Masih Menunggu Investor

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

TASIKMALAYA — Upaya pemberdayaan masyarakat melalui usaha peternakan berbasis wisata edukasi, yang digagas Koperasi Amanah Galunggung Mandiri, hingga awal tahun 2022 ini diketahui masih belum bisa terealisasi.

Hal tersebut disebabkan karena, keterbatasan modal yang dimiliki Koperasi binaan Yayasan Damandiri, di Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Cilampunghilir Padakembang Tasikmalaya Jawa Barat. Pihak koperasi juga mengaku masih kesulitan mencari investor untuk mewujudkan rencana tersebut.

“Terkait pengembangan usaha di bidang peternakan, sebenarnya semua konsepnya sudah ada. Bahkan kita juga sudah siapkan lahan. Hanya saja sampai saat ini kita masih fokus untuk mencari investor. Sehingga belum bisa jalan,” ungkap Manager Umum Koperasi Amanah Galunggung Mandiri Yana Khairul Taufik Ismail belum lama ini.

Yana menjelaskan, usaha peternakan berbasis wisata edukasi di DCML Cilampunghilir sebenarnya merupakan peluang usaha yang sangat bagus bagi Koperasi Amanah Galunggung Mandiri. Selain memiliki potensi keuntungan yang cukup tinggi, usaha ini sebenarnya juga merupakan salah satu bidang pemberdayaan yang diharapkan masyarakat desa.

Sejumlah faktor yang mendasari hal tersebut antara lain adalah banyaknya masyarakat desa Cilampunghilir yang selama ini menjalankan usaha di sektor peternakan. Selain beternak sapi sejumlah warga desa biasanya juga beternak domba untuk menambah pendapatan keluarga.

Faktor lain yang juga berpengaruh adalah tingginya kunjungan wisatawan di desa Cilampunghilir. Potensi alam yang menawan menjadikan desa di lereng gunung Galunggung ini menjadi salah satu daerah tujuan berlibur masyarakat setiap akhir pekan maupun masa liburan. Jika digarap dengan baik, hal ini tentu akan bisa mendongkrak ekonomi warga desa.

“Sejak awal konsep kita adalah mengembangkan usaha peternakan yang dipadukan dengan pariwisata atau biasa disebut agrowisata. Rencananya kita akan kembangkan desa 1000 domba, yang bisa menjadi tempat wisata edukasi bagi masyarakat di kawasan lereng gunung Galunggung,” ungkapnya.

Untuk mendukung rencana tersebut, jenis ternak yang akan dibudidayakan sendiri rencananya adalah domba. Konsep budidayanya dijalankan dengan sistem gembala. Selain memanfaatkan lahan yang ada, diharapkan sistem ini bisa menarik minat wisatawan untuk datang berkunjung ke lokasi ini.

“Konsepnya seperti peternakan-peternakan di luar negeri. Dengan sistem gembala. Jadi domba bisa berkeliaran di lahan yang telah disiapkan. Nanti disitu pengunjung bisa berinteraksi, belajar bahkan berfoto bermasa domba tersebut. Target pasar kita adalah anak dan keluarga. Termasuk siswa sekolah. Apalagi Tasikmalaya juga banyak sekali terdapat sekolah maupun pondok pesantren,” ungkapnya.

Lihat juga...