KUD Mandiri Lestari Sejahtera Serahkan Pengelolaan Budidaya Melon Golden ke Poktan Setempat
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
CILACAP — Setelah sukses mendorong sejumlah petani untuk membudidayakan melon hybrida jenis Golden, KUD Mandiri Lestari Sejahtera yang merupakan koperasi binaan Yayasan Damandiri di Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Madura, Wanaraja, Cilacap, Jawa Tengah, secara perlahan mulai mengakhiri masa pendampingan, agar para petani lebih mandiri.
Manager Umum KUD Mandiri Lestari Sejahtera Madura, Puji Heri Santoso, mengatakan sudah sejak beberapa waktu terakhir ini pengelolaan usaha budidaya melon premium jenis Golden, tidak lagi dilakukan oleh Koperasi melainkan diserahkan sepenuhnya oleh para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani setempat di DCML Madura.
Selain itu, sebanyak 2 orang pendamping yang berasal dari Taman Buah Mekarsari yang sebelumnya bertugas mendampingi para petani, juga telah ditarik. Hal ini dilakukan setelah melihat para petani melon Golden di DCML Maduran dinilai telah mampu merawat dan membudidayakan sendiri tanaman melon di lahan mereka.
“Saat ini untuk budidaya Melon Golden, sepenuhnya sudah dilakukan oleh kelompok tani di desa Madura. Sejumlah pendamping dari Taman Buah Mekarsari yang sebelumnya ditempatkan disini juga telah ditarik. Meski begitu mudah-mudahan para petani bisa tetap membudidayakan melon Golden ini secara mandiri,” ungkapnya.
Yayasan Damandiri melalui KUD Mandiri Lestari Sejahtera Madura sendiri mulai mengenalkan budidaya melon premium jenis Golden pada para petani di DCML Madura, sejak tahun 2018 silam. Bekerjasama dengan Taman Buah Mekarsari Bogor sebagai penyedia bibit, para petani didorong untuk membudidayakan melon premium ini di lahan mereka.
Memanfaatkan lahan demplot seluas 1,17 hektare, proses budidaya melon Golden dilakukan di tiga dusun, yaitu Karangsari, Ciopat dan Mangunjaya. Pada panaman perdana tahun 2019 Ialu, tercatat ada sebanyak 11.000 tanaman melon Golden yang dibudidayakan.
Sementara pada periode penanaman kedua yakni tahun 2020, total ada 13.500 tanaman melon yang ditanam. Sayangnya, karena faktor cuaca dan hama, hasil panen melon Golden para petani diketahui belum bisa maksimal. Meski begitu, para petani mengaku mengaku tetap semangat membudidayakan melon premium ini karena potensi keuntungannya yang menjanjikan.
Melon Golden sendiri merupakan melon jenis unggul yang jarang dijumpai di daerah. Selain memiliki rasa lebih enak, harga jual melon ini juga lebih mahal dibandingkan melon biasa. Di supermarket atau toko buah harga jual melon Golden tercatat mencapai Rp22.000 per kilogram, sementara melon biasa harganya hanya pada kisaran Rp10.000 hingga Rp12.000 per kilogram.
Karena membutuhkan keahlian khusus, selama proses budidaya melon Golden para petani di Desa Madura sendiri mendapat bimbingan langsung dari Yayasan Damandiri serta Taman Buah Mekarsari Bogor. Tak hanya itu, para petani juga mendapat bantuan bibit tanaman serta bantuan pinjaman modal dari Koperasi untuk pemeliharaan tanaman sebesar Rp13 juta per 100 ubin Iahan.
Agar tidak memberatkan, para petani diminta mengembalikan pinjaman modal tersebut saat mereka telah panen. Dimana seluruh hasil panen petani nantinya akan langsung diserap oleh pihak Koperasi maupun Taman Bunga Mekarsari, untuk selanjutnya dipasarkan ke berbagai daerah.
Adanya program pemberdayaan melalui budidaya melon Golden yang diprakarsai Yayasan Damandiri ini tentu memberikan manfaat luar biasa bagi warga desa Madura. Pasalnya keuntungan dan kesejahteraan mereka dapat semakin meningkat. Terbukti dari banyaknya petani yang mulai beralih menanam tanaman melon jenis Golden ini.