Objek Wisata Dieng Garden Belum Maksimal Beroperasi
Editor: Koko Triarko
BANJARNEGARA – Meski mengalami peningkatan pengunjung selama masa libur Natal dan Tahun Baru, objek wisata Dieng Garden di Desa Dieng Kulon, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, dinilai belum mampu berjalan maksimal.
Hal itu ditunjukkan dengan masih minimnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke unit usaha KUD Pelita Sejahtera Mandiri tersebut, pada hari-hari biasa. Sehingga, pihak pengelola pun lebih memilih untuk menutup operasional Dieng Garden di hari biasa, dan hanya membukanya saat akhir pekan atau masa liburan.
“Objek wisata Dieng Garden sampai saat ini memang bisa dikatakan belum bisa menghasilkan keuntungan bagi KUD. Pendapatan yang didapat paling hanya cukup untuk menutup biaya operasional saja. Karena itu, kita selaku pengelola terus melakukan evaluasi,” ujar Manajer Usaha Dieng Garden KUD Pelita Sejahtera Mandiri, Bagus Ramadhani.
Bagus menyebut, ada sejumlah faktor yang menjadi penyebab kurang maksimalnya objek wisata Dieng Garden. Pertama, karena Dieng Garden merupakan objek wisata yang terbilang masih relatif baru. Sehingga belum banyak dikenal dan diketahui masyarakat umum.
“Karena masih promosi, kita juga belum sepenuhnya bisa menerapkan penarikan tiket bagi seluruh pengunjung. Jika ada, itu pun hanya sukarela, khususnya saat memasuki masa liburan,” ungkapnya .
Selain itu, lokasi Dieng Garden yang berada di jalur mati atau buntu, yakni antara jalan raya Dieng dan lokasi parkir Candi Arjuna. Membuat objek wisata ini tidak bisa seramai objek wisata lain yang terletak di tepi jalan raya Dieng.
Apalagi, konsep pembangunan Dieng Garden juga dibuat dengan pagar tinggi di sekelilingnya. Sehingga, membuat objek wisata berupa taman ini seolah tersembunyi atau kurang terlihat oleh pengunjung maupun wisatawan. Terbukti dengan cukup sulitnya menemukan lokasi objek wisata ini.
“Kita sebenarnya sudah memasang banner ataupun spanduk, namun memang karena taman yang dijual tidak terlihat, maka kurang dapat menarik pengunjung ataupun wisatawan,” ungkapnya.
KUD Pelita Sejahtera Mandiri selaku pengelola Dieng Garden sendiri, mengaku akan terus melakukan evaluasi untuk bisa menarik lebih banyak pengunjung. Salah satunya adalah dengan menjadikan Dieng Garden sebagai pusat agrobisnis di kawasan wisata Dieng. Baik itu menjual produk buah-buahan, maupun tanaman hias yang dihasilkan warga sekitar Dieng.
Sebagaimana diketahui, sejak 2018 Yayasan Damandiri menetapkan Desa Dieng Kulon sebagai desa binaan melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari. Lewat program ini, yayasan Damandiri yang didirikan oleh HM Soeharto ini melakukan berbagai upaya pemberdayaan warga desa.
Selain mendirikan koperasi jasa KUD Pelita Sejahtera Mandiri sebagai motor penggerak ekonomi, Yayasan Damandiri juga memberikan akses pinjaman modal usaha bagi warga kurang mampu melalui program Modal Kita.
Sementara di sektor pariwisata, Yayasan Damandiri mendirikan dua unit usaha sekaligus, yakni objek wisata Taman Bunga Dieng Garden serta Warung Kafe Damandiri di lahan seluas 2.700 meter persegi.
Mulai dibangun awal 2020 lalu dan selesai Januari 2021, keberadaan Dieng Garden ini diharapkan mampu menjadi salah satu alternatif objek wisata baru di kawasan wisata dataran tinggi Dieng, khususnya di Dieng Kulon.