Cafe Serta Homestay Baru Terus Bermunculan di DCML Samiran
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
BOYOLALI — Sebanyak 11 objek wisata kuliner berupa cafe dan restoran modern, serta sekitar 20 guesthouse atau homestay baru, tercatat didirikan masyarakat di sekitar kawasan desa wisata Samiran Selo Boyolali Jawa Tengah hingga penghujung tahun 2021 kemarin.
Jumlah tersebut diketahui meninggat pesat selama 5 tahun terakhir, seiring semakin ramainya kawasan desa wisata Selo, sebagai pusat kawasan tujuan pariwisata baru yang populer di kabupaten Boyolali Jawa Tengah.
Meski sebagian investor yang membuka usaha di sektor pariwisata tersebut berasal dari luar daerah, namun hal ini menjadi bukti keberhasilan Yayasan Damandiri, dalam melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata lewat program Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML).
Manager Umum Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera, Bayu Pramana, selalu pelaksana program DCML Samiran, mengaku ikut berbangga dengan keberhasilan program pemberdayaan Yayasan Damandiri ini.
Pasalnya diakui atau tidak, Koperasi Sahabat Damandiri Samiran, yang merupakan koperasi binaan Yayasan Damandiri, merupakan pionir pengembangan wisata di kawasan ini.
“Dulu sekitar tahun 2017, kawasan ini hanyalah kawasan pertanian yang sepi. Namun sejak adanya program Yayasan Damandiri, kawasan ini secara perlahan semakin ramai dan begitu dikenal,” ungkap Bayu.
Melalui Koperasi Sahabat Damandiri Samiran, Yayasan bentukan Pak Harto tersebut, memang mendirikan sejumlah unit usaha di sektor pariwisata. Mulai dari kampung Homestay, Warung Damandiri, hingga objek wisata Taman Bunga Merapi Garden.
“Dulu awalnya jumlah homestay yang dibangun koperasi hanya 10 unit. Kemudian berkembang menjadi 15 unit, hingga sekarang bertambah menjadi 23 unit dengan jumlah kamar mencapai 70 unit. Jumlah ini belum termasuk sekitar 20 unit homestay lain di luar management Koperasi, yang juga beroperasi di kawasan ini,” beber Bayu.

Selain homestay, pertumbuhan warung-warung modern berupa cafe wisata juga terlihat begitu pesat di kawasan desa Samiran sejak 1-2 tahun terakhir. Bayu mencatat total ada 11 unit cafe baru, yang dibangun dan bermunculan di kawasan lereng gunung Merapi dan Merbabu ini.
“Jumlah ini bahkan mungkin akan terus bertambah di masa yang akan datang. Mengingat potensi pariwisata di kawasan ini masih terbuka luas. Kita, Koperasi, sebagai perintis awal pengembangan warung cafe disini, tentu tak ingin ketinggalan. Yakni dengan terus mengembangkan unit usaha yang ada,” pungkasnya