60 Persen Pengangguran di Surabaya Berusia Muda
SURABAYA – Pimpinan DPRD Surabaya, menyoroti tingkat pengangguran terbuka di Kota Pahlawan, Jawa Timur, dari usia muda masih tinggi atau 60 persen pada momen peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini.
“Perlu diciptakan ekosistem wirausaha bagi anak-anak muda, agar mereka dapat mengembangkan segala potensi di bidangnya secara maksimal,” kata Wakil Ketua DPRD Surabaya, Reni Astuti di Surabaya, Kamis (28/10/2021).
Menurut dia, berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) Surabaya meningkat menjadi 9,79 persen per 2020. Lebih khususnya, per 9 Januari 2020, TPT untuk kelompok usia muda (15-24 tahun) berada pada 5,87 persen.
“Dengan kata lain, 60 persen TPT didominasi kelompok anak muda,” katanya.
Untuk itu, di momen peringatan Sumpah Pemuda ke-93 ini, pihaknya meminta Pemkot Surabaya memperhatikan betul kondisi ini, sebab sebanyak 60 persen TPT berasal dari kalangan usia muda.
“Maka, libatkan anak muda dalam pemulihan ekonomi,” ujar Reni.
Dia menilai, anak muda memiliki segudang potensi, keandalan, enerjik, berani mengambil risiko, mau belajar, inovatif dan kreatif, serta melimpah ide dan gagasan.
Ia mencontohkan, Ketua Karang Taruna Jagir Cak Pras yang berkecimpung di Komunitas Muda-Mudi Surabaya (KMS), bergerak di bidang lingkungan dengan produk unggulan berupa olahan jelantah menjadi sabun dan masih banyak lainnya.
Terkait kepemudaan, ia juga menyampaikan saat momen reses dan blusukan ke kampung, dirinya kerap menerima aduan warga yang meresahkan, sulitnya mendapat kesempatan kerja maupun persoalan pengangguran.
“Perlu diciptakan ekosistem wirausaha bagi anak-anak muda, agar mereka dapat mengembangkan segala potensi di bidangnya secara maksimal,” kata Reni. (Ant)