Sejumlah Sektor Usaha Kecil di Bandar Lampung Tertatih, Andalkan Pesanan

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Suara mesin pembubut kayu elektrik mengiringi pekerjaan Hendarso, tukang kayu di Jalan Pulau Legundi, Sukarame, Bandar Lampung. Ia menyebut mengerjakan pesanan kusen pintu, jendela termasuk daun pintu dan jendela.

Pesanan berasal dari warga yang tinggal di perumahan Indah Sejahtera 4. Sebelumnya ia kerap mendapat pesanan untuk proyek pembuatan rumah.

Andalkan pesanan sebut Hendarso jadi salah satu cara untuk mendapatkan hasil. Bermodalkan kayu jenis jati, akasia, pule dan berbagai kayu ia kerap membuat kusen. Namun imbas ekonomi sedang melemah, sebagian warga menunda proses rehabilitasi rumah. Jasa pembuatan kusen, daun jendela dan pintu kerap ditekuni olehnya untuk pesanan sejumlah proyek perumahan.

Tren pembangunan perumahan sebut Hendarso sedang stagnan. Sejumlah sektor usaha properti, pengembang memilih menawarkan tanah kavling sebelum dibangun. Resiko pembangunan perumahan yang kurang peminat menjadikan proyek perumahan ikut tertatih. Beberapa warga yang memesan kusen sebutnya sebagian melakukan penggantian imbas rusak karena usia.

“Sebagian warga memiliki kusen, pintu yang dibangun oleh pengembang sepuluh tahun silam dan harus diganti sehingga kerap memesan dengan jenis kayu menyesuaikan harga dan tingkat keawetan yang bisa digunakan untuk mengganti pintu, jendela rumah yang rusak,” terang Hendarso saat ditemui Cendana News, Selasa (10/8/2021).

Sebagai pemilik usaha kerajinan kayu, Hendarso bilang peluang usaha tersebut menjanjikan. Terlebih di wilayah Sukarame banyak pemilik tanah yang melirik investasi rumah kontrakan, tempat kos. Namun semenjak ekonomi terpuruk selama pandemi Covid-19 sebagian warga berinvestasi di bidang lain. Kerap mengerjakan proyek sejumlah rumah ia kini fokus membuat pesanan dari sejumlah warga.

Selain kusen, pintu, jendela Hendarso juga menerima pesanan pembuatan furniture. Pesanan meja, kursi untuk sejumlah keruarga baru dibuat olehnya berdasarkan sistem custom atau menyesuaikan keinginan pemesan. Bentuk rumah minimalis sebutnya membuat pemesan kerap menginginkan furniture mengikuti bentuk ruangan. Hasilnya ia masih tetap bisa bertahan meski tertatih.

“Omzet biasanya mencapai belasan juta dari proyek satu rumah kini hanya jutaan, namun tetap disyukuri,” ulasnya.

Pesanan kusen lengkap dengan daun pintu, jendela sebutnya dijual dengan harga bervariasi. Pesanan dijual mulai Rp250.000 hingga Rp550.000 lengkap hingga proses pemasangan. Ia mengaku keahlian sebagai tukang kayu kerap dibutuhkan dalam sejumlah proyek perumahan skala besar. Namun ia kini memilih membuka usaha sistem pesanan karena lebih santai, nyaman meski omzet terbatas.

Sukardi, pemilik usaha sejenis mengaku tidak latah ikut membuat peti mati seperti usaha kayu lainnya. Meski pandemi ia mengaku tetap menekuni usaha pembuatan kusen. Pemesan sebutnya berasal dari warga yang akan membangun rumah, kios hingga kontrakan. Ia bahkan mulai menjajaki proses pembuatan bingkai kaca cermin untuk sejumlah warga.

“Ada pesanan saya kerjakan, make by order sesuai keahlian sehingga masih bisa mengepulkan asap dapur keluarga,” ulasnya.

Meski sebagai sektor usaha terdampak PPKM Level 4 selama pandemi, ia mengaku belum mendapat bantuan. Sejumlah pelaku usaha kecil yang mendapat bantuan stimulan modal sebutnya harus mendaftar ke instansi terkait. Bantuan bagi UMKM sebutnya tidak bisa diperolehnya sebab ia masih memiliki pinjaman di bank. Pinjaman digunakan untuk pengembangan workshop tempat usaha.

Lukman (kiri) melayani pembelian pakan burung kicau, sangkar di Jalan Pangeran Antasari, Tanjung Karang, Bandar Lampung, Selasa (10/8/2021). -Foto Henk Widi

Sektor usaha lain yang tertatih meski tetap banyak pelanggan ditekuni Lukman. Pedagang pakan ternak ayam, burung kicau, sangkar burung, peralatan dari bambu berupa tampah itu mengaku tetap bertahan. Membuka usaha di Jalan Pangeran Antasari, Tanjung Karang tetap mendapatkan hasil penjualan dari sejumlah barang. Meski demikian ia tetap mengakui adanya penurunan.

“Sebelum pandemi tren lomba burung kicau, merpati balap dan kolong kerap marak berdampak pada penjualan pakan namun kini berkurang,” ulasnya.

Lukman menyebut ia juga melayani pesanan dari sejumlah peternak penangkar burung. Pesanan berupa pakan jenis tertentu membuat ia bisa stabil mendapatkan hasil. Sebagian penghobi kerap memesan jenis pakan tertentu yang diperoleh dari produsen. Tren hobi ikan hias, burung hias di rumah juga meningkatkan pesanan kandang atau kurungan hingga aquarium.

Sudirman, pedagang gergaji, golok, sabit dan alat pertanian mengaku memilih berjualan keliling. Ditemui di Jalan Pulau Legundi ia mengaku memilih berkeliling selain berjualan di pasar. Hobi berkebun, menanam bunga dan aktivitas di rumah sebutnya menjadikan permintaan sejumlah alat meningkat. Omzet yang diperoleh sebutnya bisa dibawa pulang untuk membiayai kehidupan keluarga.

“Kalau mengandalkan hanya berjualan di pasar penjualan terbatas sehingga perlu berkeliling,”ulasnya.

Mengandalkan pesanan juga dilakukan Mulyadi, pemilik usaha ayam bakar di ruas jalan yang sama. Bisa menjual 25 ekor ayam bakar per hari sebelum pandemi ia kini hanya menjual maksimal 10 ekor. Permintaan sebutnya dominan berasal dari mahasiswa yang kos, kontrak. Namun selama pembelajaran daring konsumen dominan masyarakat yang memesan di warungnya. Sebagian makan di tempat dan sistem take away.

Lihat juga...