Plt Bupati Bekasi Diminta Tangani Sampah di Sungai
Editor: Makmun Hidayat
BEKASI — Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bekasi, Jawa Barat, yang baru dilantik diharapkan bisa intens memperhatikan persoalan sampah di wilayah sungai terutama di kawasan pintu air di wilayah setempat.
“Tumpukan sampah ini krusial di Bekasi, terutama di kawasan pintu air karena selalu jadi tempat penumpukan sampah. Plt Bupati Bekasi diharapkan bisa turun melihat langsung agar ada solusi,” ungkap Hadi, petugas sungai dari UPTD Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi kepada Cendana News, Rabu (11/8/2021).
Dikatakan, hal tersebut merupakan harapan masyarakat yang terdampak terutama para petani yang mengandalkan hasil sawah di kawasan utara Kabupaten Bekasi. Ditegaskan Hadi, ada tiga titik pintu air di Kabupaten Bekasi ini yang krusial, seperti pintu air CBL, Kalisadang dan Kali Blencong di wilayah 1.

Menurutnya lokasi tersebut setiap waktu selalu terjadi tumpukan sampah. Baik petugas ataupun warga kewalahan untuk membersihkan sampah di pintu air itu karena dilakukan secara manual. Sementara volumenya terus meningkat.
“Contohnya di pintu air CBL, sampah yang dibersihkan dua kuintal yang datang sehari bisa lima kuintal. Sementara pengangkutan sampah sendiri dengan cara manual menggunakan perahu,” tegas Hadi.
Ia kembali menegaskan, apa yang disampaikan itu adalah harapan dari petani dan masyarakat yang terdampak kekeringan di aliran sungai. Karena jelas Hadi, untuk normalisasi total selain menelan biaya besar, tentunya memerlukan proses panjang.
Sehingga lanjut Hadi, salah satu solusi yang bisa dikerjakan segera, adalah memperbaiki wilayah pintu air. Hal lain, bisa dianggarkan untuk peralatan perawatan seperti becko jenis amphibi untuk setiap pintu air seperti di wilayah DKI Jakarta.
“Untuk perawatannya harus ada fasilitas, tiap pintu air ada becko seperti di Jakarta. Tidak seperti sekarang, becko hanya di TPA,” jelas Kang Hadi mengaku sebagai petugas sungai ada becko jenis amphibi untuk UPTD Kebersihan.
Ustaz Jejen, perwakilan petani dari utara Kabupaten Bekasi, terpisah, mengaku masih terus melakukan giat pembersihan aliran sungai di wilayah utara melalui Kali Cikarang. Tim relawan, jelasnya, masih membersihkan tumpukan sampah di belakang pintu air Kemejing, Kecamatan Sukatani.
“Sampah di belakang pintu air Kemejing pintu air lama di wilayah Sukatani, sudah seperti gunung karena sampah tertahan. Alhamdulillah sekarang mulai dibersihkan oleh petani,” tegas Jejen.