Pengibaran Bendera di Bawah Laut Kajuwulu Bentuk Edukasi dan Promosi
Editor: Koko Triarko
MAUMERE – Memperingati HUT kemerdekaan ke-76 RI, Maumere Diver Community (MDC) melakukan pengibaran bendera Merah Putih di bawah laut di Kajuwulu. Aksi tersebut juga merupakan upaya edukasi menjaga laut sekaligus promosi wisata.
“Kita ingin mengedukasi masyarakat agar mencintai laut, selain memperingati HUT Kemerdekaan RI,” sebut anggota Maumere Diver Community (MDC), Kabupaten Sikka, Bram Conterius, saat ditemui di Desa Watuliwung, Kecamatan Kangae, Minggu (15/8/2021).
Bram mengatakan, hadirnya MDC bisa mempersatukan segenap pegiat selam, agar bisa melakukan berbagai hal positif sekaligus mempromosikan alam bawah laut di Kabupaten Sikka.

Menurut mantan ketua MDC ini, komunitasnya pun membuka kursus menyelam sehingga diharapkan banyak generasi muda yang tertarik menjadi penyelam profesional.
“Makanya kita setiap tahun menyelenggarakan pengibaran bendera Merah Putih di bawah laut, dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI. Kita ingin agar masyarakat mencintai laut dan menjaganya,” ungkapnya.
Sementara itu ketua panitia pengibaran bendera Merah Putih di bawah laut, Susantri Florence Mandona, menyebutkan tahun ini pihaknya memilih pantai Tanjung Kajuwulu sebagai lokasi pengibaran bendera Merah Putih.
Susantri beralasan, pihaknya ingin mengajak masyarakat peduli tentang laut dan menjaga keindahan alam bawah laut, sehingga tetap terjaga keindahannya.
Dia menyebutkan, pengibaran bendera di bawah laut berlokasi di pantai Tanjung Kajuwulu, sebab tempat tersebut merupakan salah satu tempat wisata dan spot selam yang bagus.
“Kita ingin agar lokasi wisata ini, termasuk keindahan alam bawah lautnya tetap terjaga, agar banyak wisatawan yang bisa datang ke Kabupaten Sikka menikmati keindahan alam bawah lautnya,” ungkapnya.
Susantri menyebutkan, selama tiga tahun berturut-turut pihaknya mengadakan pengibaran bendera Merah Putih di bawah laut, pada 2019 dilakukan di Pantai Wisata Wairterang. Lalu pada 2020 lokasi spot menyelam di Pulau Babi di areal patahan akibat gempa dan tsunami tahun 1992 dipilih, karena merupakan salah satu spot menyelam terbaik.
“Kita selalu mengadakan pengibaran bendera Merah Putih di bawah laut dengan mengambil spot-spot selam yang menarik di lokasi wisata. Ini sekaligus mempromosikan wisata selam di Kabupaten Sikka,” terangnya.