Pemprov Sulteng Diimbau Terapkan Lockdown Berbasis RT
PALU – Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), khususnya Kota Palu, diminta melakukan lockdown parsial, berbasis kelurahan hingga Rukun Tetangga (RT) atau Rukun Warga (RW). Hal itu dibutuhkan, untuk mengatasi lonjakan kasus COVID-19.
Saat ini, mayoritas daerah di Sulteng, masuk dalam zona merah COVID-19. Atau menjadi daerah dengan status zona resiko tinggi penularan dan penyebaran COVID-19. Sementara jumlah kasus aktif di beberapa daerah, saat ini sudah menembus 1.000 kasus.
“Rumah sakit sudah overload, bahkan sampai memakai mobil sebagai tempat perawatan darurat pasien COVID-19 selain di tenda darurat, maka sebaiknya pemerintah segera mengambil tindakan untuk melakukan lockdown parsial berbasis kelurahan hingga RT/RW,”kata Wakil Ketua DPRD Sulteng, Muharram Nurdin, Minggu (1/8/2021).
Ia yakin, cara tersebut efektif menekan lonjakan kasus COVID-19. Lockdown parsial, cocok diterapkan di seluruh daerah di Sulteng. “Mobil ambulans dengan peralatan lengkap hendaknya disiagakan di posko kelurahan, terutama yang masuk zona merah. Kita berharap kondisi darurat saat ini cepat teratasi dengan baik,” ujarnya.
Muharram meminta, pemerintahan daerah di Sulteng secepatnya menyediakan vaksin COVID-19 yang saat ini persediaannya sangat kurang. Bahkan ada beberapa daerah sudah tidak memiliki stok vaksin. “Karena saat ini masyarakat kebingungan cari vaksin. Birokrasi keuangan yang selama ini menjadi masalah pelik harus diselesaikan dengan baik, sehingga masyarakat terlayani dengan baik dan para tenaga kesehatan juga tersupport dengan baik,”ucapnya.
Berdasarkan data Pusat Data dan Informasi (Pusdatina) COVID-19 Provinsi Sulteng, hingga Minggu (1/8/2021) malam, secara kumulatif sudah ada 23.454 orang yang terpapar COVID-19. Dari jumlah tersebut, 16.304 orang dinyatakan telah sembuh, 668 orang meninggal dunia dan 6.482 orang saat ini menjalani isolasi secara mandiri maupun di pusat pelayanan kesehatan milik pemerintah daerah setempat. (Ant)