Pedasnya Tahu Gejrot Khas Cirebon, Mantap

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Tahu gejrot, kudapan khas Cirebon, Jawa Barat, sangat menggugah selera penikmatnya. Sensasi cipratan kuah pedas tahu gejrot yang terserap dalam langit-langit mulut saat disantap, sangat segar dan pedas terasa menghangatkan tubuh. 

“Cita rasa khas pedas kuahnya membuat tahu gejrot ini jadi kudapan favorit warga Jakarta,” ujar Sofian, pedagang tahu gejrot khas Cirebon, kepada Cendana News di tempat mangkalnya jalan Raya Lapan, Kalisari, Jakarta Timur, Sabtu (21/8/2021).

Dia mengaku sudah lima tahun berjualan tahu gejrot khas Cirebon ini, dan sampai saat ini kualitas rasa tetap terjaga.

Sofian saat membuat tahu gejrot khas Cirebon, Jawa Barat pesanan pembelinya di tempat mangkalnya di  Jalan Raya Lapan, Kalisari, Jakarta Timur, Sabtu (21/8/2021). -Foto: Sri Sugiarti

Menurutnya, tujuan utamanya menjual tahu gejrot bukan semata-mata ingin mendapatkan keuntungan. Tapi, ia berniat untuk melestarikan makanan khas Cirebon di tengah maraknya ragam kuliner Nusantara dan luar negeri yang dipasarkan di Jakarta.

“Tahu gejrot ini kan salah satu makanan tradisional Indonesia, kita harus menjaga kualitas dan melestarikan, dengan berjualan seperti saya ini. Ini makanan khas Cirebon yang enak dan sehat, harganya juga murah,” ujar Sofian.

Satu porsi satu tahu gejrot dihargai Rp10.000. Pembelinya juga dari berbagai kalangan mulai anak-anak hingga orang tua, dan setiap hari selalu ramai pembeli.

“Tiap hari, saya bawa 900 biji tahu gejrot, dan selalu habis terjual. Alhamdulillah, di masa pandemi Covid-19 juga tetap laris,” ucapnya.

Bahan dasar tahu gejrot adalah tahu goreng kopong atau gembis yang dipotong kecil-kecil. Kemudian disiram dengan rebusan kuah gula merah dan asam Jawa. Untuk rasa pedas gurihnya, diberikan gerusan cabai rawit, bawang merah dan bawang putih.

“Sebenarnya rasa tahu gembosnya itu hambar, tapi karena disiram kuah gula merah dan asem Jawa dipadukan cabai, jadi pedas.Nah, untuk pedasnya tergantung selera pembeli, mau tahu gejrot super pedas atau pedas sedang,” imbuhnya.

Pembeli banyak yang membawa pulang, dengan tahu gejrot dengan dimasukkan dalam kemasan botol plastik yang tertutup atasnya.

Tapi untuk pembeli makan di tempat, juga ada. Dengan disajikan di tempat ulekan bumbu juga ada, sehingga sensasi khas dari tahu gejrot sangat terasa.

“Kalau makan di sini dengan sajian dalam ulekan kayu, tahu gejrotnya lebih nikmat, asam pedas terasa segar. Beda rasanya kalau dibawa pulang, disantap di rumah,” ujar Nandar, salah satu pembeli tahu gejrot kepada Cendana News, Sabtu (21/8/2021).

Menurutnya, tahu gejrot ini tidak hanya nikmat disantap, tapi juga memiliki khasiat yang bagus bagi kesehatan tubuh. “Ini kan tahu terbuat dari kedelai ya, mengandung kabohidrat, serat dan kalsium juga vitamin C. Jadi, sangat bagus untuk tubuh, utamanya bisa nurunin kolesterol jahat. Kuahnya juga terbuat dari rempah-rempah,” ujar Nandar, warga Pekayon, Jakarta Timur, ini.

Lihat juga...