Menu Nasi Bakar Tongkol, Praktis dan Higienis

Editor: Koko Triarko

PURWOKERTO – Salah satu hidangan sederhana, namun lezat, gurih serta aman dikonsumsi di tengah pandemi Covid-19 adalah nasi bakar. Sebab, nasi tersebut dibakar dalam kondisi terbungkus rapat, sehingga dipastikan higienis.

Lilik Darmawan, warga Kota Purwokerto, mengatakan nasi bakar menjadi alternatif pilihan untuk sarapan pagi. Namun, ia lebih memilih untuk membuat sendiri di rumah, karena bisa berkreasi mengisi nasi dengan yang ia sukai.

“Paling suka nasi bakar isi tongkol pedas, karena mudah membuatnya dan mengolah tongkol juga simpel, tinggal digoreng, dicacah dan dicampur cabai yang sudah dihaluskan,” tutur ayah satu anak yang punya hobi memasak ini, Sabtu (14/8/2021).

Lilik biasanya membuat nasi bakar saat pagi hari sisa nasi masih cukup banyak. Ia tinggal membuat isian nasi dengan tongkol yang dicacah dan ditumis sebentar dengan cabai serta bawang putih yang sudah dihaluskan. Setelah itu, nasi dibungkus dengan daun pisang dan bagian tengahnya diberi tumis tongkol pedas. Setelah dibungkus rapat, baru dibakar sekitar 10 menit dengan api kecil.

Sebagai lauk pelengkap, ia lebih suka kerupuk. Walaupun sebenarnya tanpa lauk pelengkap nasi bakar tersebut sudah mempunyai cita rasa yang lengkap. Rasa gurih, pedas serta aroma daun pisan yang dibakar, membangkitkan selera makan.

Penggemar nasi bakar, Lilik Darmawan di rumahnya, Sabtu (14/8/2021). -Foto: Hermiana E. Effendi

“Nasi bakar ini solusi untuk sarapan pagi, saat tidak sempat memasak sayur ataupun lauk lainnya, hanya sekali masak sudah bisa untuk sarapan, lebih simpel dan cepat,” katanya.

Penggemar nasi bakar lainnya, Evi Yanti, mengaku juga kerap membeli nasi bakar untuk sarapan pagi, hanya saja membelinya harus lebih pagi, karena siang sedikit dipastikan sudah habis. Satu bungkus nasi bakar anya dijual Rp6.000 dan sudah bisa membuat perut kenyang.

Di Kota Purwokerto, nasi bakar biasanya dijual para penjual jajanan pagi hari. Pilihan isinya ada tongkol, ayam serta abon sapi. Evi mengaku lebih suka nasi bakar ayam, karena rasanya lebih pas jika dibandingkan dengan nasi bakar tongkol yang cenderung rasa asinnya lebih terasa.

“Nasi bakar tongkol sebenarnya juga enak, hanya terlalu pedas dan asin, jadi lebih pilih yang ayam saja,” ucapnya.

Menurut Evi, nasi bakar lebih terjamin kebersihannya dibandingkan nasi rames yang baru dibungkus saat membeli. Sebab, proses akhir dari nasi bakar adalah dibakar setelah dibungkus, sehingga lebih aman dari kemungkinan terkena kuman ataupun virus.

“Walaupun beli, namun saya tetap memilih makanan yang lebih higienis dan aman dikonsumsi,” katanya.

Lihat juga...