Lestarikan Pohon di Perbukitan, Cara Masyarakat Lamsel Jaga Sumber Pasokan Air

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Kelestarian pohon jadi salah satu penopang pasokan air pada sejumlah sungai di Lampung Selatan. Wilayah Kecamatan Tanjung Bintang dan Merbau Mataram yang kaya akan perbukitan menjadi sumber pasokan air.

Terjaganya sejumlah pohon diakui oleh Burhanudin, warga Desa Kali Asin, Kecamatan Tanjung Bintang. Sejumlah sungai kecil yang tetap lestari didukung warga menanam beragam pohon dengan tumpang sari untuk membuat serapan air lebih maksimal.

Burhanudin menyebutkan, sejumlah pohon peresap air tersebut berupa melinjo, bayur, medang. Beberapa warga memilih menanam pohon cepat panen seperti jati ambon, sengon.

“Saat kemarau debit air Kali Asin sebagian telah menyusut namun masih bisa dimanfaatkan warga untuk kebutuhan menyiram tanaman,” ungkap Burhanudin saat ditemui Cendana News, Rabu (18/8/2021).

Aktivitas penambangan batu pada sejumlah bukit di Tanjung Bintang sebutnya tidak menyurutkan niat warga untuk menjaga alam. Burhanudin menyebut masih bisa merasakan manfaat menjaga kebun yang dipenuhi tanaman kayu.

Menjaga pohon penghasil buah jadi sumber hasil pagi Katemi, warga Desa Tanjung Baru, Kecamatan Merbau Mataram. Dua kecamatan berbatasan yang masih memiliki area luas tersebut dimanfaatkan oleh warga untuk menanam pohon. Pohon pinang jadi penahan longsor dan sebagai tanaman sela sekaligus habitat satwa burung.

“Petani masih bisa menanen buah pinang, pohonnya menjadi peneduh kala kemarau masih menjadi peresap air di tepi sungai,” bebernya.

Mardiah, warga Desa Tanjung Baru, Kecamatan Merbau Mataram, Lampung Selatan menanam pohon sengon merah atau tekik dan sejumlah pohon peresap air, Rabu (18/8/2021). Foto: Henk Widi

Sejumlah sungai yang masih mengalir menjadi sumber pasokan air warga. Namun kesadaran warga menjaga kebersihan sungai yang rendah membuat sampah berserakan. Selain limbah pertanian, sebagian sampah berasal dari limbah rumah tangga.

Warga lainnya, Mardiah di desa yang sama menyebut petani masih menjaga pohon untuk naungan seperti sengon merah atau tekik, aren hingga pule.

“Saat kemarau meski sulit air bersih namun sumur gali yang lingkungannya masih banyak pohon tetap mengalirkan air,” ucapnya.

Jenis pohon sengon merah atau tekik bisa menjadi penyerap air. Saat musim penghujan tanaman tekik akan kembali bersemi. Selain pohon tekik keberadaan sejumlah pohon peresap air jenis mahoni, akasia dipertahankan. Sistem tebang pilih dilakukan petani untuk menjaga keberlangsungan air.

Lihat juga...