Empuknya Sate Kambing Pak Muhari di Bandar Lampung

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Beragam olahan berbahan daging ayam dan kambing, menjadi alternatif menu kuliner di Bandar Lampung. Salah satunya, sate.

Salah satu penyedia menu sate dengan pilihan daging kambing berada di jalan Imam Bonjol, Kelurahan Gedong Air, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung. Tekstur daging yang empuk, ukuran besar dengan alternatif bumbu kecap menjadi pilihan.

Toriq, salah satu pengelola warung sate menyebut, lokasi usahanya berada tepat di depan kantor Kelurahan Gedong Air. Sebagai warisan tradisi kuliner keluarga, sejatinya usaha warung sate telah ditekuni Pak Muhari.

Setelah Pak Muhari tiada, usaha warung sate dengan pilihan daging ayam dan kambing diteruskan oleh generasi ke dua. Pak Muhari berasal dari Cirebon, Jawa Barat, dan menjadikan sate yang disajikan lebih khas.

Menurut Toriq, proses pembakaran sate kambing memakai arang kayu. Seperti pada umumnya penyajian sate, daging yang telah diiris akan ditusuk memakai tusuk bambu. Ia menyebut, ciri khas sate buatannya hanya memakai bagian daging.

Irisan daging yang disate juga lebih besar, meski tetap bertekstur lembut saat digigit. Selain sate, menu sop kambing juga disediakan untuk melengkapi kelezatan.

Toriq, membakar sate kambing pesanan pelanggan di Jalan Imam Bonjol, Gedong Air, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung, Sabtu (14/8/2021). -Foto: Henk Widi

“Usaha sate Pak Muhari sudah diturunkan ke generasi berikutnya. Karena beliau asal Cirebon, sehingga ciri khas sate juga lebih unik dengan daging berukuran besar, tanpa lemak dan tentunya bertekstur lembut, sehingga tidak alot, pilihan kambing muda menjadi resep agar daging lebih empuk,” terang Toriq, saat ditemui Cendana News, Sabtu (14/8/2021).

Pengolahan daging kambing menjadi sate, tak beda dengan kebanyakan pedagang sate lainnya. Ia memakai alat pengipas dari kipas bambu saat ada pemesan. Sehari, ia menyediakan sebanyak 1.500 tusuk. Namun selama pandemi Covid-19 ia hanya menyediakan kurang dari hari biasa. Meski sedikit, ia mengaku sate Pak Muhari tetap menjadi favorit pelanggan.

Kelezatan sate Pak Muhari, sebut Toriq karena memakai bumbu kacang pilihan untuk pelengkap. Selain itu, bagi penyuka sambal kecap tanpa kacang ia menambahkan irisan tomat, bawang merah dan cabai. Jenis sambal cabai merah menjadi pelengkap menikmati setiap tusuk sate kambing berdaging empuk. Setiap tusuk memiliki lima iris daging.

“Saat memakai daging kambing tua, resepnya ditetesi air nanas agar lebih empuk dan lebih lezat,” ulasnya.

Dasuki, salah satu pelayan sate Pak Muhari, menyebut sop kambing menjadi penambah kelezatan sate. Sop yang berisi tulang, daging dan jeroan dengan bumbu rempah menjadi penghangat badan saat musim penghujan. Selain sate kambing bertekstur lembut, sop kambing memakai bumbu lada, pala, rempah rempah.

Ia mengatakan, pemesan kerap menikmati olahan kuliner tradisional sate Pak Muhari untuk dimakan di tempat. Makan sate di warung bisa lebih nikmat, karena bisa menambah sambal, acar serta memilih bumbu kacang atau bumbu kecap.

Meski ada imbauan untuk tidak makan di tempat, namun dengan pembatasan pengunjung sebagian pelanggan tetap nyaman makan di tempat.

“Aroma sate saat proses pembakaran jadi salah satu daya tarik dan penambah nafsu makan,” ulasnya.

Sementara itu Haidar Amin, pelanggan sate Pak Muhari mengaku memilih membeli sate ayam. Sate dengan harga per porsi Rp20.000 sudah cukup terjangkau. Ia mengaku kerap membelinya bersama sop kambing, dengan pilihan bumbu kacang. Sate ayam menjadi favorit sang anak.

“Bisa jadi oleh-oleh saat akhir pekan untuk dinikmati bersama keluarga sebagai perekat kebersamaan melalui kuliner sate,” ujarnya.

Penyuka sate lainnya, Stevani, memilih makan di tempat. Daging sate kambing khas Cirebon Pak Muhari menjadi langganan selama puluhan tahun. Sejak masih dikelola Pak Muhari dan generasi berikutnya, rasa dan tekstur lembut daging kambing cukup empuk.

Ia menyukai sambal kecap dengan irisan tomat, bawang merah, cabai rawit. Kepedasan sambal cabai merak ulek juga menjadi penambah kelezatan sate Pak Muhari.

Ukuran daging sate yang lebih besar diakui Stevani menjadi ciri khas. Memesan dua porsi sate kambing lengkap dengan semangkuk sop, ia hanya merogoh kocek Rp80.000. “Menyantap daging sate dengan sambal kecap dan nasi hangat, menjadi penghangat badan. Bumbu rempah pada sop cocok untuk menjaga stamina. Sebab, saat musim pancaroba, stamina tubuh bisa diperkuat dengan konsumsi makanan hangat berbahan rempah,” pungkasnya.

Lihat juga...