Di Era Digital Guru Harus Miliki Berbagai Kecakapan
Editor: Koko Triarko
SEMARANG – Di tengah kemajuan teknologi digital hingga tuntutan untuk menyiapkan peserta didik dalam menghadapi era disrupsi, seorang guru dituntut mampu kritis dalam analisis, kreatif inovatif, sekaligus komunikatif, kolaboratif.
“Semua kecakapan itu harus dimiliki guru dalam menyiapkan peserta didik. Jadi guru harus menjadi pengajar yang baik, mampu menyampaikan mata pelajaran agar dimengerti dan dipahami peserta didik. Sekaligus menjadi penjaga gawang dalam membantu siswa, untuk mampu menyaring berbagai informasi yang ada,” papar Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes), Prof. Fathur Rokhman.
Hal tersebut disampaikan dalam pelepasan mahasiswa Unnes peserta program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di 10 kabupaten/kota di Jateng, yang digelar virtual di Semarang, Kamis (5/8/2021).
“Untuk mencapai semua kecakapan tersebut, maka calon guru perlu dipersiapkan sejak masih duduk di bangku kuliah. Termasuk di Unnes, yang menjadi salah satu lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK), agar mampu menyiapkan guru profesional dan berkualitas,” terangnya.
Salah satunya melalui program PLP, yang diharapkan mampu menjadi wahana bagi mahasiswa untuk menerapkan dan mengembangkan pengetahuan selama kuliah, sesuai kondisi dan kebutuhan peserta didik di masa kini.
“Melalui PLP ini, mahasiswa kependidikan atau calon guru, diajak untuk mengajar secara nyata, sehingga diharapkan dari pengalaman itu mereka nantinya siap menjadi guru profesional dan berdaya saing,” terangnya.

Tidak hanya itu, melalui PLP dapat memberikan pengalaman nyata suasana fisik dan psikologis dari proses pendidikan, meningkatkan mutu dan profesionalisme di bidang pendidikan yang akan ditekuni, dan memahami arti pentingnya pendidikan yang akan digeluti.
“Kita harapkan mahasiswa peserta PLP, juga akan memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, sosial kemanusiaan, yang pada akhirnya mereka akan menjadi menjadi guru yang berkualitas dan kreatif,” pungkasnya.
Sementara Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi (LP3) Unnes, Dr. Ngabiyanto, menyampaikan PLP dilaksanakan dengan metode hybrid yang menggabungkan antara daring dan luring secara terbatas.
“Karena situasi saat ini masih pandemi, maka pelaksanaan PLP dilakukan secara hybrid, dengan menyesuaikan kondisi daerah dan situasi sekolah serta tempat tinggal siswa. Dalam prosesnya semua tetap dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
“Melalui PLP ini, akan memberikan pengenalan lapangan per sekolah dan pengalaman mengajar secara nyata kepada mahasiswa calon guru, sehingga para lulusan S1 Kependidikan siap menjadi calon guru profesional dan siap mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG),” terangnya.
Sedangkan Kepala Pusat Pengembangan PPL Unnes, Dr. Soedjatmiko, S.Pd., M.Pd., menjelaskan kegiatan tersebut diikuti sebanyak 3.756 mahasiswa.
“Sebanyak 3.324 mahasiswa akan diterjunkan mengajar di sekolah, sementara sisanya sebanyak 431 mahasiswa akan direkognisi ke mata kuliah PLP, karena mengikuti Program Kampu Mengajar (KM) 1 sebanyak 77 mahasiswa, KM2 sebanyak 257 mahasiswa, Program Indonesian International Student Mobility Award 6 mahasiswa, mengikuti PLP di Sekolah Indonesia Singapura 8 mahasiswa dan mengikuti program Seameo 83 orang,” ucapnya.
Dijelaskan, PLP Unnes dilaksanakan selama 31 hari kerja atau selama 42 hari kalender, yang dimulai pada hari ini (Kamis-red), hingga 16 September 2021 mendatang.