Warga Manfaatkan Stadion Mini Kalpataru Untuk Berolahraga

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Stadion Mini Kalpataru di Bandar Lampung menjadi tempat alternatif bagi warga di kota tersebut untuk berolahraga. Stadion dengan banyak fasilitas olahraga dan ruang terbuka hijau itu bisa dimanfaatkan oleh warga dari segala usia, mulai dari anak-anak, dewasa hingga orang tua.

Berliansah, pemuda di Kelurahan Beringin Jaya, Kecamatan Kemiling, menyebut lari pagi menjadi alternatif untuk memanfaatkan stadion mini Kalpataru.

Lokasi strategis itu menjadi pilihan baginya dan rekan sebaya untuk berolahraga. Ia memilih waktu olahraga pagi untuk membentuk fisik dan menjaga kesehatan. Waktu pagi dipilih saat ia mendapat jadwal kerja shift siang, sehingga memiliki banyak waktu untuk lari.

“Mengandalkan sepatu khusus lari, bekal air minum, makanan ringan, kegiatan olahraga jogging cukup efektif,” kata Berliansah, saat ditemui Cendana News, Jumat (30/7/2021).

Ia mengatakan, lintasan atletik dengan konstruksi rigid beton, stadion mini Kalpataru cukup representatif. Pada bagian tengah disediakan lapangan rumput untuk olahraga sepakbola, futsal, lari dan latihan fisik lain. Sejumlah warga kerap membawa matras olahraga untuk sit up, push up dan olah fisik lainnya. Area bermain bola voli, basket disediakan khusus dengan pagar.

Area olahraga dan bermain jadi sarana untuk mengajarkan kegiatan fisik menyehatkan bagi anak-anak, Jumat (30/7/2021). -Foto: Henk Widi

“Stadion mini bisa digunakan untuk segala usia, dari anak anak hingga orang dewasa, terutama untuk jogging atau lari pagi, namun tidak boleh berkerumun dengan tetap menjaga jarak, jika kondisi stadion Kalpataru mulai penuh bisa memanfaatkan jogging di area luar, lalu pendinginan atau istirahat di dalam stadion,” terang Berliansah.

Berliansah bilang, fasilitas umum untuk olahraga tersebut masih dalam pembenahan. Terlebih layaknya sebuah lintasan atletik, sebagian penghobi olahraga berharap trek bisa diberi karet sintetis.

Menurutnya, fasilitas serupa juga ada pada sejumlah stadion di Bandar Lampung, seperti Pahoman dan Pusat Kegiatan Olahraga Sumpah Pemuda Way Halim. Meski belum lengkap, fasilitas olahraga sudah memadai bagi warga.

Memanfaatkan area terbuka yang bisa digunakan untuk olahraga, di sisi luar disediakan ruang terbuka hijau (RTH). RTH Kalpataru di sisi stadion banyak dimanfaatkan orang tua yang mengajak anak-anak berolahraga. Alternatif kegiatan yang bisa dilakukan meliputi jogging, futsal, perosotan, sepakbola mini hingga sepak bola mini.

Supriadi dan Ana Susanti, warga Kemiling, mengajak anak untuk olahraga. Ia memilih olahraga di sekitar stadion mini Kalpataru karena dipenuhi pepohonan. Saat pagi, udara masih sejuk dan relaksasi pikiran bisa dilakukan di area RTH Kalpataru. Rimbunnya pepohonan dan suara kicau burung bisa menjadi terapi alami untuk merelaksasi pikiran.

“Olahraga sederhana bersama keluarga bisa dilakukan dengan jalan kaki untuk merelaksasi tubuh,” terang Supriadi.

Trek untuk jalan kaki bagi anak-anak, sebutnya, sangat memadai. Beberapa anak kerap memakai sepeda ukuran kecil untuk berlatih di trek tersebut. Sembari menjaga anak olahraga, sebagian orang tua bisa memanfaatkan fasilitas area refleksi. Area tersebut merupakan susunan batu alam yang berguna menyehatkan syaraf bagi yang berjalan tanpa alas kaki.

Supriadi menyebut, fasilitas olahraga segala usia memudahkan warga. Tanpa harus membawa alat dari rumah, sejumlah fasilitas bisa digunakan. Bagi anak-anak, fasilitas gawang sepak bola mini disediakan. Meski demikian, ia menyebut masih diperlukan penunjang kegiatan olahraga berupa outdoor fitness.

“Area stadion mini memang dikelola oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Pemkot Bandar Lampung, semoga fasilitas olahraganya makin diperbanyak,” ujarnya.

Siti Aminah, salah satu orangtua memilih mengajak anaknya olahraga ringan. Bersama sang suami, ia mengajak sang anak bermain bola mini. Fasilitas gawang juga sejumlah fasilitas olah fisik bagi anak-anak, melahirkan kecintaan pada olahraga sejak dini.

“Aktivitas fisik meningkatkan tumbuh kembang anak, menjaga kebugaran. Meski dalam satu area, lokasi yang luas di stadion Kalpataru represntatif bagi anak,” katanya.

Fasilitas memadai untuk olahraga, sebut Siti Aminah membuat Kota Bandar Lampung diganjar kota layak anak (KLA). Kondisi tersebut diakuinya cukup tepat, karena sejumlah fasilitas olahraga juga memberi ruang bagi anak-anak.

“Pada area stadion mini Kalpataru, warga yang mengajak serta anak tetap bisa nyaman. Sebab, fasilitas terpisah dari area orang dewasa sehingga anak tetap nyaman berolahraga,” pungkasnya.

Lihat juga...