Cegah Covid-19, Mahasiswa UB Ramu ‘Body Lation’ Pengganti ‘Hand Sanitizer’

Editor: Makmun Hidayat

MALANG — Maraknya penggunaan hand sanitizer di masa pandemi seperti sekarang, ternyata justru membawa masalah tersendiri bagi kesehatan kulit. Pasalnya, penggunaan hand sanitizer secara terus menerus justru menyebabkan dehidrasi pada kulit sehingga menjadi kering.

Berangkat dari permasalahan tersebut, lima mahasiswa Fakultas Ilmu Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB), berinovasi memanfaatka daun kelor dan kolagen kulit ikan patin untuk membuat body lotion alami MORISTIN.

Mereka adalah Indri Dwi Fitria, Rani Elvira, Jamiilah Zahrotul Jannah, Kevin, dan Alfain Homis Fadil, dibawah bimbingan Muhammad Fakhri, S.Pi, M.P, M.Sc.

Salah satu anggota, Rani, mengatakan, di masa pandemi seperti ini mencuci tangan dengan sabun maupun hand sanitizer merupakan hal yang wajib. Hanya saja penggunaan hand sanitizer dalam jangka waktu yang panjang ternyata dapat menyebabkan kulit menjadi kering.

Dari situlah mereka kemudian mempunyai ide untuk membuat body lotion alami MORISTIN yang tidak hanya mampu melembabkan dan menutrisi kulit, tetapi bisa sekaligus digunakan sebagai pengganti hand sanitizer dalam mencegah penularan COVID-19.

“MORISTIN merupakan produk perawatan kulit yang aman dan tidak menimbulkan efek samping apabila digunakan secara rutin. Apalagi dalam pembuatannya produk ini tidak menggunakan alkohol sehingga selain aman diaplikasikan ke tubuh, MORISTIN juga aman diaplikasikan di tangan sebagai pengganti hand sanitizer,” jelasnya kepada Cendana News saat ditemui di UB, Jumat (30/7/2021).

Jamiilah Zahrotul Jannah, Rani Elvira dan Kevin menunjukkan produk body lotion alami Moristin pencegah Covid-19 di UB, Jumat (30/7/2021). -Foto: Agus Nurchaliq

Menurutnya, pemilihan daun kelor dan kolagen kulit ikan patin sebagai bahan dasar pembuatan body lotion ini bukan tanpa alasan. Sebab, berdasarkan literatur, daun kelor memiliki kandungan Flavonoid yang berpotensi sebagai anti bakteri.

“Kandungan apilin, epicatechin dan hesperetin dalam senyawa flavonoid pada daun kelor inilah yang memiliki afinitas baik terhadap sisi aktif ACE2 (Angiotensin Converting Enzyme 2), sehingga diduga dapat menghambat proses interaksi SARS-Cov-2,” terangnya.

Sementara, kolagen dari kulit ikan patin, lanjutnya, dapat dimanfaatkan untuk mencegah penuaan dini, mencegah keriput, melembabkan kulit dan menambah elastisitas kulit.

Lebih lanjut, Rani mengatakan, untuk proses pembuatannya sendiri ada dua fase yakni fase air dan fase minyak. Pada fase air terdiri dari aquadest, ekstrak daun kelor, kolagen, gliserin dan tween 80. Bahan-bahan ini kemudian dicampur dan diaduk hingga homogen. Sama halnya dengan fase minyak yang terdiri dari castor oil, cocoa butter dan asam stearat, juga semua bahan dicampur dan diaduk hingga homogen.

“Setelah masing-masing bahan sudah homogen, bahan pada fase air dimasukkan ke dalam bahan fase minyak secara perlahan, kemudian diaduk sampai homogen. Selanjutnya didinginkan sampai mencapai suhu ruang, baru setelah itu bisa dikemas dalam botol 60 ml dan 250 ml. Sekali produksi bisa menghasilkan 500 ml MORISTIN dalam waktu satu jam,” ungkapnya.

Sementara anggota lainnya, Kevin, menyebutkan, saat ini MORISTIN hadir dalam tiga varian yakni Orange Fresh, Choco Melt, dan Vanilla Sweet yang dikemas dalam dua ukuran yaitu 250 ml dengan harga 50 ribu per botol dan 60 ml dengan harga 15 ribu per botol.

“Sudah kita pasarkan secara online dengan sistem pre order. Alhamdulillah pemesannya sudah hampir 100 botol,” sebutnya.

Menurutnya, agar lebih mendapatkan kepercayaan dari konsumen, ke depan mereka akan mendaftarkan MORISTIN agar mendapatkan sertifikasi halal, sekaligus mendaftarkan hak paten MORISTIN melalui sentra HKI UB.

“Kami juga berencana mengajukan kerja sama dengan perusahaan kosmetik yang mempunyai kapasitas atau tempat produksi yang lebih besar,” ucapnya.

Sementara itu disebutkan, MORISTIN merupakam salah satu produk yang berhasil mendapatkan pendanaan riset dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia dalam ajang Pekan Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan tahun 2021.

Lihat juga...