Taman Bermain Jadi Alternatif Wisata Keluarga di Semarang
Editor: Koko Triarko
SEMARANG – Keberadaan taman kota yang tersebar hampir di setiap kecamatan di Kota Semarang, menjadi alternatif wisata keluarga. Terlebih dengan adanya fasilitas bermain yang dikelola pihak ke tiga, menjadikan taman kota sebagai pilihan wisata terdekat sekaligus terjangkau bagi masyarakat.
Setidaknya, hal tersebut terlihat di Taman Tirto Agung Pedalangan Kota Semarang. Puluhan warga yang datang bersama keluarga mereka, memanfaatkan wahana bermain yang ada untuk berekreasi.
“Saya hampir setiap minggu atau hari libur pasti ke sini bersama anak istri. Ya, untuk wisata, berekreasi bersama keluarga. Selain dekat dengan rumah, juga terjangkau,” papar Nyoto, salah seorang pengunjung taman, saat ditemui di lokasi, Minggu (20/6/2021).
Apalagi, lanjutnya, di taman kota tersebut ada beragam wahana permainan yang disediakan oleh pihak ke tiga. Mulai mobil remote, pancing ikan mainan, komedi putar, serta permainan lainnya yang digemari anak-anak.

“Ya, pastinya senang, karena kita tidak perlu jauh-jauh untuk bisa berwisata. Dengan ini saja anak saya sudah senang,” paparnya.
Hal senada juga disampaikan pengunjung lainnya, Bambang, yang juga datang bersama keluarga kecilnya.
“Ya, saya ke sini bersama anak dan istri, ini anak mau minta bermain,” paparnya, sembari menunjuk sang anak yang masih berusia lima tahun, tengah bermain mobil remote.
Menurutnya, keberadaan taman kota menjadi alternatif pilihan untuk berwisata, meski dirinya sempat mengkhawatirkan dari segi perlindungan kesehatan terkait penyebaran Covid-19.
“Awalnya memang saya tidak berani datang, karena saat ini masih pandemi. Namun karena sudah terlalu lama di rumah, anak juga ingin bermain, ya jadinya tetap datang. Untuk mengantisipasi, selama bermain tetap memakai masker dan cuci tangan dengan hand sanitizer,” terangnya.
Di tengah angka Covid-19 di Kota Semarang yang meningkat, dirinya berharap keberadaan taman kota tidak ditutup, karena menjadi alternatif wisata bagi masyarakat. Namun di pihak lain, dirinya juga berharap dari pemerintah setidaknya dari kecamatan atau kelurahan, menerjunkan petugas untuk melakukan pengawasan.
“Tetap ramai, seperti sekarang ini yang datang bermain dan berwisata tetap banyak, mungkin karena sudah terlalu lama di rumah, jadi anak-anak ingin bermain keluar. Harapannya, dari pemerintah juga memberi perhatian, dari segi pengawasannya,” terang karyawan perbankan di Semarang tersebut.
Sementara, salah seorang penyedia jasa wahana permainan, Rahmawati, mengaku bersyukur meski pandemi, namun masih banyak warga yang berwisata di taman kota, dan menyewa permainan yang ada.
“Ya, kita sebagai istilahnya pedagang, penyedia jasa persewaan mainan, tentu senang dengan masih tingginya minat masyarakat, sebab pada awal-awal pandemi kita juga tutup. Tidak ada yang datang bermain,” pungkasnya.