Kampung Bali Bekasi Penuhi Tiga Unsur Desa Wisata

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, sudah melakukan kajian terhadap Kampung Bali di Jalan Merpati, RT 011/09 Harapan Jaya, Bekasi Utara, yang akan dijadikan sebagai destinasi wisata baru di wilayah itu. Dari hasil kajian, tiga unsur telah memenuhi, meliputi keunikan, kearifan lokal, dan kerukunan.

“Untuk ekonomi, dari hasil kajian memang belum ada peningkatan. Tapi, tiga unsur pendukung lainnya sudah memenuhi,” kata Ridwan,  Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Minggu (20/6/2021).

Dikatakan, bahwa ditilik dari unsur keunikan dari satu destinasi, Kampung Bali telah memenuhi unsur di mana semua warga di lingkungan itu mendukung pembentukan Kampung Bali, meskipun mereka bukan orang Bali.

Menurut Ridwan, dari seluruh total penduduk di wilayah RT setempat, hanya 28 persen orang Bali, sisanya berasal dari berbagai wilayah, terutama penduduk orang Jawa, bahkan Ketua RT sendiri bukan orang Bali. Tapi uniknya, tidak ada yang menolak, mereka bisa rukun berdampingan dan mendukung.

“Saat ini dekorasi Kampung Bali seperti lingkungan pagar menggambarkan perpaduan antara Bali dan Jawa. Persis di Pulau Dewata, meski mereka belum tentu orang Bali. Bahkan, ada beberapa lokasi, di balik pagarnya ada tempat sembahyang bagi umat Hindu,” kata Ridwan.

Ia mengatakan, bahwa Kampung Bali itu dahulu adalah tempat kavling dan keluarga Bali banyak yang membeli, dan mereka secara mandiri mendesain rumahnya layaknya di Bali. Sehingga setiap orang ingin ke jalan Merpati, Harapan Jaya, disebut ke Jalan Merpati Bali.

“Lokasi Kampung Bali itu sendiri terletak di Jalan Merpati, dulu jika orang naik becak tujuannya ke Jalan Merpati, tukang becak sebutnya Jalan Merpati Bali. Makin ke sini lebih dikenal dengan Kampung Bali, padahal penduduk asli Bali hanya 28 persen di RT 11/09 tersebut,” papar mantan Sekwan Kota Bekasi ini.

Hal ke tiga, terkait kerukunan di lingkungan Kampung Bali sangat didukung masyarakat sekitar Harapan Jaya. Selain keguyuban yang tergambar, juga saling bahu membahu untuk mendukung Kampung Bali. Tapi, saat ini terkait peningkatan ekonomi di sekitar masih belum terjadi, harapannya setelah ada ketetapan bisa memberi dampak ekonomi bagi lingkungan.

“Tapi, ini masih rancangan, sekarang dalam kajian. Ketetapan Kampung Bali jadi destinasi wisata tentunya menjadi kewenangan  Wali Kota Bekasi. Saat ini kajian melibatkan tim ahli cagar budaya (TACB) Kota Bekasi,” lanjutnya, berharap ke depan bisa menjadi perhatian pemerintah pusat mendukung untuk menjadi destinasi wisata.

Bidang Pemasaran Disparbud Kota Bekasi, Masriwati, dikonfirmasi terpisah, mengakui merancang kampung Bali menjadi salah satu destinasi wisata  masih terus dilakukan dengan kajian dan eksplorasi, seperti keunggulan dan keunikan melalui visual video atau tulisan.

“Saat ini, editing video untuk Kampung Bali masih tahap pengerjaan. Kami sudah eksplor lokasi tersebut untuk bisa dibuat promosi,” ucap Masriwati.

Lihat juga...