PPDB Jalur Cerdas Istimewa Khusus Anak Ber-IQ 130 Nihil Pendaftar
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
YOGYAKARTA — Untuk pertama kalinya, Dinas Pendidikan kota Yogyakarta membuka jalur khusus bagi siswa Cerdas Istimewa dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SD pada 2021 ini.

Kuota sebanyak lima persen lewat jalur afirmasi ini diberikan khusus bagi siswa yang memiliki tingkat kecerdasan IQ tinggi, yakni diatas 130. Sayangnya hingga penutupan proses PPDB jalur afirmasi ini, tercatat tak ada satupun siswa yang dinyatakan lolos seleksi.
“Selama proses pendaftaran kemarin, tercatat ada empat siswa yang melakukan tes atau asesmen. Dari jumlah tersebut tidak ada satupun yang mampu mencapai skor minimal IQ 130 skala Wechsler. Paling tinggi itu hanya 125 saja, sehingga tidak memenuhi syarat minimal,” kata Petugas UPT Disabilitas Bidang Pendidikan dan Recource Center, Mustajab, Kamis (24/06/2021).
Mustajab mengatakan, untuk bisa masuk jalur khusus Cerdas Istimewa ini, setiap siswa memang diwajibkan memiliki skor IQ minimal 130, dibuktikan dengan lampiran bukti hasil penilaian dari psikolog ataupun lembaga berwenang. Dalam hal ini UPT Disabilitas Bidang Pendidikan dan Recource Center, atau lembaga swasta lain.
Sebagai pilot projects, jalur khusus Cerdas Istimewa ini dibuka sebagai upaya mewadahi siswa yang memiliki kecerdasan tinggi. Pasalnya siswa dengan IQ tinggi di atas 130 dinilai akan membutuhkan pelayanan serta penanganan khusus sebagaimana siswa inklusi lainnya.
“Jadi yang dimaksud siswa inklusi atau berkebutuhan khusus itu tidak hanya siswa penyandang disabilitas saja. Namun juga termasuk siswa Cerdas Istimewa. Karena mereka itu biasanya memiliki kebiasaan serta pola belajar yang berbeda dari siswa normal. Sehingga butuh pendampingan khusus,” katanya.
Selama empat tahun terakhir, pihak Dinas Pendidikan kota Yogyakarta sebenarnya telah menerima siswa kategori Cerdas Istimewa ini dalam proses PPDB. Meski tidak diberikan kuota khusus, mereka diarahkan untuk masuk ke sekolah tertentu yang dinilai memenuhi syarat dari sisi SDM, dengan keberadaan guru pendamping.
“Tahun-tahun sebelumnya, siswa Cerdas Istimewa ini kita arahkan untuk masuk ke SDN Ungaran yang memang kita anggap mampu dari sisi SDM. Sementara tahun ini sebenarnya sudah kita siapkan 2 tambahan sekolah lain yakni SDN Pujokusuman serta SDN Lempuyangwangi. Namun ternyata tidak ada yang berhasil lolos seleksi. Kemungkinan karena faktor situasi pandemi,” pungkasnya.