Pascalebaran Pusat Kuliner Pratista Hasta Kembali Sepi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

PURWOKERTO — Pusat kuliner Pratista Hasta yang berada di pusat Kota Purwokerto kembali sepi pengunjung pascalebaran hingga saat ini. Para pedagang mengeluh sepinya pembeli, bahkan banyak kios yang terpaksa tutup karena merugi.

Penjual soto di pusat kuliner Pratista Hasta Purwokerto, Yati, Selasa (22/6/2021). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Kondisi tersebut sudah berlangsung selama sebulan lebih. Mengingat, pascalebaran penyebaran Covid-19 kembali merebak di Kabupaten Banyumas. Sehingga banyak warga yang memilih untuk mengkonsumsi makanan rumah saja, demi menjaga kesehatan.

“Masih sepi pembeli, saya buka sejak sore sampai malam, jumlah orang yang datang ke sini bisa dihitung dengan jari, tempat duduk juga tidak pernah penuh,” kata penjual soto di Pratista Hasta, Yati, Selasa (22/6/2021).

Pusat kuliner Pratista Hasta ini memang mulai buka pada sore hari pukul 15.00 WIB. Aneka jenis makanan mulai dari jajanan tradisional, serta sayuran, lauk-pauk hingga bakso, nasi goreng dan fast food tersedia di lokasi tersebut. Pratista Hasta memang merupakan kumpulan para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang semula berjualan di kawasan alun-alun Purwokerto serta di sepanjang Jalan Pereng. Sehingga jenis makanan yang dijual di lokasi tersebut cukup lengkap dan harganya juga terjangkau.

Biasanya, sejak sore hari kawasan tersebut sudah ramai pengunjung, hingga parkiran juga memenuhi jalan di depan Pratista Hasta. Namun, saat ini hanya terlihat 2-4 mobil yang terparkir serta beberapa buah sepeda motor saja.

Penjual gorengan, Munah mengatakan, ia terpaksa mengurangi jumlah dagangannya karena sepinya pengunjung. Selain itu juga memilih untuk tutup lebih awal. Biasanya kios-kios makanan di lokasi tersebut tutup hingga pukul 21.00 WIB, bahkan ada yang sampai pukul 22.00 WIB. Namun, sekarang banyak yang menutup kios pada pukul 20.00 WIB.

“Ditunggu sampai malam juga tidak ada pembeli yang datang, apalagi sekarang ada pembatasan jam malam kembali. Jadi kami para pedagang makanan yang buka sore hari ini, benar-benar sangat terbatas waktu berjualannya dan pembeli juga sepi,” keluhnya.

Munah menuturkan, saat Ramadhan kemarin, pusat kuliner Pratista Hasta cukup ramai pengunjung. Bahkan banyak pula yang berbuka puasa di lokasi tersebut. Namun, setelah lebaran justru kembali sepi pengunjung.

“Ramainya hanya sebentar, sewaktu bulan puasa saja, banyak orang mencari makanan untuk berbuka, sebab di sini lengkap mulai dari takjil hingga lauk-pauk tersedia. Tetapi setelah lebaran kembali sepi, karena corona meningkat lagi,” ucapnya.

Lihat juga...