Inovasi Olah Ragam Kuliner, Buka Peluang Usaha Menguntungkan
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
LAMPUNG – Melimpahnya produk pertanian jadi peluang bagi wirausahawan berinovasi. Sejumlah produk pertanian dengan cara pengolahan, tampilan dan strategi marketing tertentu dapat menghasilkan produk bernilai jual lebih.
Nova Utari, mencoba berinovasi, berkreasi dengan minuman berbahan buah kekinian. Melihat peluang pasar kekinian anak muda yang ingin minuman unik ia membuat es cendol durian, jus alpukat.
Hasil produk pertanian buah durian, alpukat sebutnya kerap dijual dalam kondisi segar. Namun potensi untuk belajar dari media sosial Youtube dan kursus dari ahli minuman membuka peluang usaha baginya.
Bermodalkan alat dan tempat strategis, ia membuka usaha di Jalan Ratu Dibalau, Sukarame, Bandar Lampung. Kreasi mengombinasikan minuman tradisional mampu menghasilkan minuman menyegarkan.
Nova Utari mengaku menyesuaikan penggunaan gelas kekinian. Gelas atau cup yang diberi label menarik seimbang dengan cita rasa minuman berbahan durian, alpukat.
Menyesuaikan lidah dan selera anak muda, rasa cokelat dan susu serta varian rasa vanila disediakan. Harga yang ditawarkan mulai Rp8.000 hingga Rp10.000. Margin keuntungan rata-rata Rp2.000 per cup.
“Pangsa pasar dominan pelajar, mahasiswa sehingga harga yang ditawarkan masih terjangkau. Konsumen tetap stabil, dibanding hanya menjual buah durian, cendol dan buah alpukat konvensional inovasi membuat minuman jadi daya tarik menarik konsumen,” terang Nova Utari saat ditemui Cendana News, Selasa (15/6/2021).
Nova Utari menyebut memanfatkan peluang hasil panen produk pertanian yang kerap melimpah. Melalui inovasi olahan minuman ia menyebut bisa menaikkan margin keuntungan.
Standar pengolahan yang memenuhi unsur gizi, kesegaran dan selera generasi milenial jadi peluang pasar menjanjikan. Ia masih bisa menjual puluhan cup per hari imbas pelajar sekolah, mahasiswa melakukan sekolah dalam jaringan (daring).
Menyasar pangsa pasar digital, Nova Utari bahkan menerima tawaran platform transaksi dengan aplikasi.
Dompet digital salah satu penyedia jasa keuangan memudahkan pembeli membayar setiap transaksi tanpa uang tunai.
Memakai barcode yang disiapkan berbasis QRIS (QR Code Indonesian Standard) ia tak lagi harus repot dengan uang kembalian. Semua transaksi masuk dalam akun QRIS miliknya dan memudahkan pembukuan transaksi.
“Meski masih skala usaha kecil namun saya mencoba mengikuti perkembangan dengan sudah memakai uang digital,” ulasnya.
Christeva, membeli satu cup es cendol durian seharga Rp8.000. Ia menyebut cukup memindai kode pada QRIS yang disiapkan. Setelah transaksi berhasil ia bisa menyeruput minuman segar yang diberi es.
Tanpa harus membeli satu butir durian seharga Rp50.000 variasi minuman berbahan durian segar tetap bisa dinikmati. Lebih praktis dan mudah jadi cara baginya berhemat.
“Tetap bisa menikmati durian dalam bentuk minuman, saldo uang digital juga berkurang sesuai harga yang dibeli,” ulasnya.
Nudin, petani sekaligus pemilik kebun alpukat miki mengaku ia kerap memasok usaha kuliner. Buah alpukat yang dijual seharga Rp8.000 hingga Rp10.000 per kilogram kerap jadi bahan baku usaha minuman.
Minuman kekinian es kopyor coklat, jus alpukat hingga minuman kekinian berbahan alpukat banyak dikreasikan. Selain melayani konsumen langsung untuk konsumsi buah segar, inovasi menjadikan buah alpukat bahan minuman kekinian juga menarik untuk terus dikembangkan.
Produk pertanian alpukat Miki sebutnya juga menjadi sumber kreasi. Tren usaha minuman memakai kontainer mini melahirkan sejumlah wirausaha baru.
Selain meningkatkan jangkauan penjualan, ia memiliki pelanggan tetap. Pelanggan tetap membeli buah alpukat setengah matang yang bisa bertahan lama. Hasilnya ia bisa membantu munculnya peluang usaha baru.
“Sarana belajar berkreasi membuat minuman berbahan alpukat saat ini bisa dipelajari dari youtube, tinggal kreativitas dan siap untuk berwirausaha,” tegasnya.
Kreasi dalam mengolah bahan baku produk pertanian dilakukan Doniansah. Pedagang donat kentang di Jalan Gatot Subroto, Pahoman, Bandar Lampung itu berkreasi menciptakan kuliner yang lezat.

Menjualnya seharga Rp2.000 per buah, donat kentang yang dijual banyak diminati pelanggan. Donat dengan rasa renyah, gurih jadi cara menikmati kentang dalam olahan donat.
“Inovasi dalam menciptakan kuliner unik jadi salah satu hal yang menambah nilai dan meningkatkan nilai jual,” terang Doniansah.
Ia menyebut selama ini kentang banyak diolah sebagai kentang goreng yang dinikmati dengan saus. Bahan baku yang sama juga bisa menjadi olahan lauk sebagai perkedel.
Mengolah kentang menjadi donat meski bukan inovasi baru bisa meningkatkan nilai jual kentang. Lokasi strategis pertemuan tiga jalan menjadi modal tempat yang mendorong pelanggan membeli.